Kota Besar

Jumat Berkah: Fitnah Akhir Zaman Kian Nyata

Penulis: Ferry Is Mirza (FIM)Editor: Eko Yudiono
×

Jumat Berkah: Fitnah Akhir Zaman Kian Nyata

Sebarkan artikel ini
Penulis Ferry Is Mirza (FIM) Sekertaris DKP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, referensi tafsir Alquran.
Example 468x60

Oleh: Ferry Is Mirza (FIM)

Sekertaris DKP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, referensi tafsir Alquran.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dunia tak lagi sekadar berubah, ia berlari menuju fase yang telah lama diperingatkan.

Bukan kiamat yang tiba mendadak, tetapi tanda- tandanya yang kini tampak jelas,
sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

“Tidak akan datang hari kiamat hingga fitnah tampak, dan kebohongan dibenarkan serta kebenaran didustakan.”
(HR. Ahmad)

Yang dulu dianggap mustahil, kini jadi kenyataan.
Yang dulu disebut teori, kini menjadi kebijakan global.
Dan yang dulu disangkal, kini dipertontonkan tanpa rasa malu.

Allah Wa Ta’ala telah mengingatkan dalam Alquran:
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi,
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An’am: 116)

Hari ini, mayoritas bukan lagi ukuran kebenaran.
Opini mengalahkan wahyu, dan popularitas menenggelamkan kebenaran.

Perang tak lagi hanya dengan senjata, tapi dengan narasi dan persepsi. Penjajahan tak lagi berbentuk fisik,
melainkan melalui utang, data, dan ketergantungan sistem.

Sebagaimana firman Allah:
“Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Ali ‘Imran: 54)

Inilah zaman ketika kebenaran dipelintir menjadi opini,
dan kebohongan dipoles menjadi kebijakan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah menggambarkan zaman ini:
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan.”
(HR. Ibnu Majah)

Manusia diarahkan untuk takut miskin,
takut kehilangan dunia, hingga lupa mempersiapkan akhirat.

Padahal Allah telah mengingatkan:
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Teknologi melesat tinggi, namun hati semakin kosong.
Ilmu bertambah,
namun hikmah berkurang.

Imam Ibn al-Qayyim pernah berkata:
“Jika hati telah rusak, maka dunia akan terasa sempit meski luas, dan kebenaran akan terasa berat meski jelas.”

Baca Juga  Tobat

Agama dipersempit hanya pada simbol,
sementara kezaliman dilegalkan atas nama stabilitas dan kemajuan.

Imam Al-Ghazali mengingatkan:
“Kerusakan terbesar bukan ketika kebatilan itu kuat,
tetapi ketika kebenaran kehilangan keberanian untuk berdiri.”

Inilah fase fitnah besar:

Yang salah terlihat benar.
Yang benar tampak ekstrem.
Yang diam dianggap paling aman.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran,
maka ubahlah dengan tangannya,
jika tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya,
dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim)

Tahun 2026 bukan akhir melainkan pintu pembuka.
Pembuka bagi mereka yang lalai, dan peringatan keras bagi mereka yang beriman.

Karena akhir zaman bukan tentang kapan dunia berakhir, tetapi siapa yang tetap tegak saat dunia kehilangan arah.

Sebagaimana pesan ulama salaf:
“Tetaplah di atas kebenaran, meskipun engkau berjalan sendirian.”

Dan saat semua ini benar-benar terjadi,
satu pertanyaan akan menggema dalam hati:

Apakah aku sudah siap bukan untuk hidup lebih lama, tetapi untuk mati dalam iman?

Ya Allah, di tengah fitnah akhir zaman, tetapkan hati kami di atas iman dan kebenaran.

Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan lindungi kami dari fitnah dunia yang menipu.

Jadikan kami hamba yang tetap tegak dan istiqomah, serta wafatkan kami dalam husnul khatimah.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin…

In syaa Allah bermanfaat fimdalimunthe55@gmail.com

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *