BeritaOlahraga

Ballon d’Or Harry Kane, Antara Klaim Kebetulan dan Narsistik Rival

Editor: ibn
×

Ballon d’Or Harry Kane, Antara Klaim Kebetulan dan Narsistik Rival

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Striker Inggris, Harry Kane berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or 2026, mengungguli Kylian Mbappe (peringkat kedua) dan Lamine Yamal (peringkat kedua) di London, Senin waktu setempat atau Selasa dini hari WIB (27/10). Sukses legiun Bayern Munchen ini memantik perdebatan setelah legenda Real Madrid Guti menyindirnya sebagai suatu kebetulan. Terlepas dari itu, Kane diyakini memperoleh suara terbanyak karena sikap narsistik Mbappe dan Yamal.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mantan bintang Real Madrid, Guti, melontarkan sindiran saat tampil dalam program El Chiringuito de Jugones. Seolah menyindir penghargaan kali ini by design, Guti menyinggung lokasi penyelenggaraan penghargaan di London dan status Kane sebagai pemain Inggris.

“Ballon d’Or berpindah ke London, dan yang memenangkannya adalah salah satu warga London. Sungguh suatu kebetulan, bukan? Itu benar-benar kebetulan! Ini sudah tertulis sejak awal, pasti,” kata Guti.

Dia juga menilai ekspresi Kane ketika diumumkan sebagai pemenang menunjukkan bahwa sang striker tidak menyangka akan meraih penghargaan itu. Menurut Guti, Kane mungkin memperkirakan Mbappe atau Yamal yang akan menang.

Di luar sindiran itu, pernyataan narsistik para pesaing Kane terkait peluang mereka sendiri turut menjadi perhatian. Yamal sebelumnya secara terbuka menyatakan dirinya pantas menang.               “Saya akan memberikannya kepada pemain terbaik di dunia. Sejujurnya, mungkin hanya ada dua dari kami yang terbaik di dunia: saya dan Mbappé. Dan saya pikir saya pantas mendapatkannya tahun ini karena apa yang telah saya capai. Bagi saya itu jelas; semua orang yang menonton pertandingan tahu itu,” ujarnya kepada Movistar, dikutip ESPN, September 2026 lalu.

Dalam wawancara dengan Movistar Plus bersama Jorge Valdano, Yamal bahkan menyindir Kane dengan mengatakan Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada pemain terbaik, bukan sekadar pencetak 80 gol. Kepada The Guardian, September lalu, dia menegaskan sudah lama berada di level untuk memenangi penghargaan tersebut.

Baca Juga  Prancis Hajar Irak 3-0, Mbappe Cetak Brace dan Kukuhkan Puncak Grup I Piala Dunia 2026

Sementara itu, Mbappe juga tidak menyembunyikan keyakinannya. “Tidak ada pemain yang lebih baik daripada saya,” katanya seperti dikutip Goal. Dia juga menegaskan bahwa dirinya sangat layak meraih penghargaan itu. “Siapa yang akan saya pilih? Saya sendiri,” katanya, dikutip AFP, Oktober lalu.

Tapi benarkah ungkapan semacam itu bisa menopang simpatik para pemilik suara? Mantan pengelola Ballon d’Or, Pascal Ferre, menilai promosi diri sendiri secara berlebihan merupakan langkah keliru.

“Para pemilih tidak naif. Mereka memiliki pengalaman dan kemampuan menilai yang diperlukan untuk mengamati dan mengevaluasi seorang pemain tanpa harus mendengar sepuluh atau lima belas kali bahwa dialah yang terbaik,” kata Ferre kepada Le Parisien. Ferre sendiri pernah terlibat dalam penyelenggaraan penghargaan tersebut dan memimpin redaksi France Football.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, Kane memiliki catatan kuat sepanjang musim 2025/2026, dengan 61 gol dan tujuh assist dalam 51 pertandingan bersama Bayern. Ia turut membantu klub meraih gelar Bundesliga, Piala Jerman, dan Piala Super Jerman.

Kemenangan tersebut juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Inggris dalam 25 tahun terakhir. Kane menjadi pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah membuka peluang memperluas penindakan tindak pidana korupsi di sektor swasta tanpa keterlibatan penyelenggara negara melalui revisi…

Berita

Pasuruan, Jatim Mandiri Polres Pasuruan meluncurkan program Polisi Jogo Sekolah untuk memperkuat keamanan lingkungan pendidikan sekaligus mencegah kenakalan remaja, perundungan,…