Jatim

Polres Ponorogo Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying hingga Narkoba

Penulis: Eko YudionoEditor: Eko Yudiono
×

Polres Ponorogo Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying hingga Narkoba

Sebarkan artikel ini
Polres Ponorogo menyiagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah 2026 untuk mencegah perundungan, narkoba, judi daring, dan kenakalan remaja.
Example 468x60

Ponorogo, Jatimmandiri.id – Polres Ponorogo menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah Tahun 2026 untuk memperkuat perlindungan terhadap pelajar.

Program ini menjadi langkah preventif kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, perundungan, serta penyalahgunaan narkoba.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kesiapan satgas tersebut ditandai dengan Apel Polisi Jogo Sekolah Tahun 2026 di halaman Markas Polres (Mapolres) Ponorogo, Selasa (27/10/2026). Apel yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.

Kegiatan tersebut dihadiri pejabat utama Polres Ponorogo, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., perwakilan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, personel kepolisian, serta perwakilan pelajar.

Program Polisi Jogo Sekolah merupakan upaya kepolisian untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan. Ancaman yang menjadi perhatian meliputi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi daring (online), hingga kenakalan remaja.

Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa menegaskan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan masa depan generasi muda. Karena itu, perlindungan terhadap pelajar harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, serta membangun masa depan. Jangan sampai lingkungan pendidikan justru menjadi ruang bagi terjadinya perundungan, penyalahgunaan narkoba, judi online, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Perlindungan terhadap pelajar harus menjadi komitmen kita bersama,” tegas AKBP Damus Asa.

Menurut dia, pencegahan berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan sekolah harus dilakukan sejak dini. Pendekatan yang digunakan perlu mengedepankan sisi humanis, edukatif, persuasif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polres Ponorogo Kerahkan 278 Personel

Melalui program tersebut, kehadiran polisi di lingkungan sekolah tidak hanya ditujukan untuk menjaga keamanan. Personel kepolisian juga diharapkan mampu menjadi teladan, pendamping, sekaligus sahabat bagi pelajar.

Dengan demikian, hubungan antara polisi dan siswa dapat terjalin lebih dekat. Pelajar diharapkan merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk ketika mengalami perundungan atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di sekolah.

AKBP Damus Asa juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, orang tua, dan pelajar. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar potensi gangguan keamanan maupun perilaku menyimpang dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara tepat.

“Kami ingin membangun kedekatan antara polisi dan pelajar. Polisi harus hadir untuk melindungi, membimbing, dan memberikan edukasi, sehingga anak-anak tidak takut untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Kami juga mengajak pihak sekolah dan para pelajar untuk berani mencegah serta melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan,” lanjutnya.

Melalui Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah, Polres Ponorogo mendorong seluruh unsur pendidikan berperan aktif membangun budaya disiplin, kepedulian, dan keberanian menolak segala bentuk kekerasan.

Program ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan komunitas sekolah. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan pelajar dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Kapolres menegaskan, keberhasilan program Polisi Jogo Sekolah tidak cukup diukur dari pelaksanaan apel maupun keberadaan personel kepolisian di lingkungan pendidikan. Hal terpenting adalah konsistensi seluruh pihak dalam menjaga keselamatan pelajar dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran Polisi Jogo Sekolah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelajar, guru, dan pihak sekolah. Saya berharap seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ikhlas, dan profesional, serta mengedepankan perlindungan terhadap anak. Mari bersama-sama kita wujudkan sekolah yang ramah anak, bebas dari kekerasan, dan mendukung lahirnya generasi Ponorogo yang berkarakter serta berprestasi,” pungkas AKBP Damus Asa.

Baca Juga  Diwarnai Tradisi Majapahit hingga Lepas Naik Vespa, Polres Mojokerto Resmi Berganti Pucuk Pimpinan

Dengan kesiapan Satgas Polisi Jogo Sekolah Tahun 2026, Polres Ponorogo menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lingkungan pendidikan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang mengutamakan pencegahan, program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi pelajar sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *