Purbalingga, Jatim Mandiri – Polres Purbalingga menggelar Operasi Patuh Candi 2026 untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan. Operasi berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Dalam Apel Gelar Pasukan di halaman Markas Polres Purbalingga, Senin, Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Polisi Hendry Susanto Sianipar menyampaikan bahwa kesiapan personel dan sarana prasarana diperlukan untuk mendukung operasi kepolisian di bidang lalu lintas. Menurutnya, apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Operasi ini digelar dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Hendry. Operasi melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga.
Hendry mengatakan tingginya mobilitas masyarakat perlu diimbangi kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Ia mengingatkan risiko dari pelanggaran yang tidak ditangani. “Pelanggaran yang diabaikan dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Data Polres Purbalingga mencatat 531 kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut selama Januari hingga September 2026. Kejadian itu mengakibatkan 49 orang meninggal dunia dan 607 orang mengalami luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan pada periode tersebut tercatat mencapai Rp200,7 juta.
Pada periode yang sama, terdapat 9.201 pelanggaran lalu lintas. Rinciannya, 6.081 pelanggaran tercatat melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), empat penindakan dilakukan secara manual, dan 3.116 pelanggaran ditangani dengan teguran. Angka tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam operasi yang berlangsung selama dua pekan itu.
Pada hari pertama, Senin (26/10), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga menggelar sosialisasi terpadu di simpang empat patung Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga. Kegiatan melibatkan personel TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Petugas membagikan pamflet serta stiker yang berisi informasi dimulainya Operasi Patuh Candi 2026.
Sosialisasi juga menggunakan badut dan wayang lalu lintas yang dimainkan oleh dalang polisi untuk menarik perhatian pengguna jalan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”. Satlantas menggelar sosialisasi sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai pelaksanaan operasi kepada masyarakat.
Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satlantas Polres Purbalingga, Inspektur Polisi Satu Akhmad Faizin, yang memimpin sosialisasi, menjelaskan kegiatan tersebut mencakup penyampaian langsung serta pembagian bahan informasi. “Kegiatan yang dilaksanakan yaitu sosialisasi secara langsung, pembagian pamflet dan stiker, bahwa telah dimulainya Operasi Patuh Candi 2026,” kata Akhmad.
Ia menyebut badut dan wayang lalu lintas digunakan untuk menarik perhatian masyarakat dan pengendara agar menyimak informasi petugas. “Harapannya melalui sosialisasi ini masyarakat mengetahui adanya Operasi Patuh Candi 2026 dan semakin patuh dan tertib berlalu lintas untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya. Sosialisasi direncanakan berlanjut selama operasi, menyasar pengguna jalan serta komunitas masyarakat untuk memperluas informasi dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas.












