Pemerintahan

Pemprov Jateng Ajak Santri Bantu Entaskan Kemiskinan

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Pemprov Jateng Ajak Santri Bantu Entaskan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tegal, Jatim Mandiri – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak para santri mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Peran tersebut diharapkan hadir melalui kewirausahaan, upaya mengurangi kemiskinan, serta keterlibatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ajakan disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi di Tegal, Kamis, 22/10. Tahun peristiwa tersebut tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Ahmad Lutfhi menyampaikan bahwa santri dapat berkontribusi dalam pembangunan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Ia menekankan pentingnya upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dengan mengurangi angka kemiskinan. Menurutnya, santri perlu mengambil bagian dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjadi penerima manfaat dari berbagai program yang dijalankan pemerintah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan,” kata Ahmad Lutfhi.

Ia menyebut angka kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 9,21 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa. Besaran tersebut menjadi perhatian dalam ajakan kepada santri untuk ikut mendukung pengentasan kemiskinan. Upaya menangani persoalan itu, menurut Lutfhi, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kalangan pesantren.

Ratusan ribu santri yang tersebar di ribuan pondok pesantren dinilai memiliki potensi untuk mendukung pembangunan ekonomi. Keterlibatan mereka juga diharapkan membantu melahirkan santri yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan. Pemerintah provinsi mendorong pengembangan potensi tersebut melalui program Pesantren Obah.

Program itu dijalankan Pemprov Jateng dengan melibatkan Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait. “Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jateng menjalankan program Pesantren Obah dengan melibatkan Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait,” kata Lutfhi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan bagi santri dan pondok pesantren.

Baca Juga  Tepis Tuduhan Kekerasan Seksual, Keluarga Pengasuh Ponpes di Grobogan: Ini Pembunuhan Karakter

Pesantren Obah mencakup beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, serta insentif bagi guru madrasah diniyah. Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Sebanyak 58 santri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, di antaranya ke Yaman dan Mesir.

Dukungan bagi guru agama juga dilanjutkan melalui program insentif. Pada 2025, program tersebut menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar. Rincian itu menunjukkan cakupan bantuan yang disediakan pemerintah provinsi, selain beasiswa dan dukungan untuk kegiatan pesantren.

Dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, Lutfhi juga meminta santri ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengingatkan bahwa stabilitas daerah merupakan salah satu syarat penting bagi keberhasilan pembangunan, terlebih di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Stabilitas daerah menjadi salah satu syarat penting bagi keberhasilan pembangunan terlebih di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Potensi ini harus kita kelola dan kita gandeng untuk menjadi cooling system, atau penyejuk di tengah masyarakat,” kata Lutfhi. Ajakan tersebut menempatkan santri sebagai bagian dari upaya menjaga suasana masyarakat tetap kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *