Pemerintahan

Bupati Sintang Luncurkan SI-RADAR untuk Deteksi Dini Isu

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Bupati Sintang Luncurkan SI-RADAR untuk Deteksi Dini Isu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sintang, Jatim Mandiri – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meluncurkan Sistem Informasi Radar Deteksi Dini (SI-RADAR) di Sintang, Kamis, 22/10. Sistem ini dirancang untuk memperkuat pemantauan isu strategis dan mendorong penyelesaian masalah masyarakat secara terukur serta berjenjang. Tahun peluncuran tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

SI-RADAR menjadi sarana Pemerintah Kabupaten Sintang menghimpun informasi, memantau isu yang berkembang, dan menganalisis persoalan. Informasi dari berbagai lapisan masyarakat menjadi bagian dari bahan pemantauan. Pemerintah daerah menggunakan sistem ini untuk mendukung deteksi dini isu hukum, politik, dan pemerintahan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Melalui SI-RADAR, kita bisa menghimpun informasi dari berbagai lapisan masyarakat, memantau isu yang berkembang, serta memastikan analisis terhadap isu dan masalah yang ada,” kata Gregorius saat peluncuran. Ia menyebut pemanfaatan sistem informasi sebagai langkah penting bagi pemerintah daerah dalam menyesuaikan tata kelola pemerintahan dengan perkembangan era digital.

Gregorius juga menekankan perlunya evaluasi dan penyempurnaan penerapan SI-RADAR. Perbaikan diperlukan agar sistem dapat membantu pemerintah daerah merespons persoalan masyarakat secara tepat. Ia menyampaikan dukungan terhadap penerapan sistem tersebut sekaligus mengingatkan agar pelaksanaannya terus diperbaiki bila masih terdapat kekurangan.

“Saya sangat mendukung SI-RADAR ini. Ini awal yang baik, tinggal dilaksanakan dan kalau ada yang kurang, terus diperbaiki demi kebaikan Pemkab Sintang,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian peluncuran sistem yang menjadi perangkat pemantauan dan penanganan isu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus menjelaskan, penanganan melalui SI-RADAR dirancang berlangsung secara berjenjang. Prosesnya dapat dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), sekretaris daerah, hingga bupati. Persoalan ditangani sesuai tingkat urgensi dan kewenangan masing-masing.

Dengan mekanisme tersebut, tidak semua masalah harus langsung ditangani kepala daerah. Camat diminta memonitor SI-RADAR, sedangkan OPD terkait perlu memberikan respons terukur terhadap isu yang menjadi tanggung jawabnya. Pemantauan itu membantu membedakan informasi yang perlu segera ditangani dari persoalan yang tidak membutuhkan respons cepat.

Baca Juga  Persoalan Tapal Batas Kutai Timur dan Berau Segera Dibawa ke Kementerian Dalam Negeri

“Semua camat wajib memonitor SI-RADAR. Kita juga mengetahui isu dan informasi mana yang harus segera ditangani dan mana yang tidak perlu cepat,” kata Kartiyus. Ia menambahkan, tanggapan OPD sesuai tanggung jawabnya diperlukan agar penanganan masalah masyarakat berjalan lebih efektif.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Asmidi, selaku penggagas dan perancang aplikasi, menjelaskan cakupan kerja SI-RADAR. Sistem ini mencatat informasi, memverifikasi data, menganalisis tingkat eskalasi isu, menyusun rekomendasi, serta memuat arahan pimpinan. Tindak lanjut kemudian dipantau melalui dashboard.

SI-RADAR dikembangkan untuk mendukung deteksi dini isu hukum, politik, dan pemerintahan secara terjadwal, terukur, serta terdokumentasi. Asmidi berharap sistem tersebut memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, serta berbasis data. Pemantauan dan tindak lanjut berjenjang menjadi bagian dari mekanisme yang disiapkan pemerintah kabupaten.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *