Gresik, Jatim Mandiri — Ahmad Rizky Jalaludin Akbar, siswa kelas V A UPT SDN 217 Gresik, menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Rizky berhasil meraih peribgkat III kategori ndagel ijen atau komedi tunggal dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jawa Timur 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah Rizky bersaing dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kemampuannya membawakan lawakan tunggal mengantarkannya masuk tiga besar dalam ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur pada 20–21 Oktober 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Surabaya.
Rizky merupakan siswa UPT SDN 217 Gresik yang berlokasi di Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Keberhasilannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, keluarga, dan para guru yang mendampingi proses pengembangan bakatnya.
Guru pembimbing Rizky, Rendik Santoso, S.Pd., mengatakan, anak didiknya memiliki karakter supel dan gemar bercanda. Karakter tersebut menjadi modal awal untuk mengikuti lomba komedi tunggal.
“Rizky termasuk siswa yang supel dan senang bercanda. Jadi, tinggal mengarahkan saja,” kata Rendik.
Menurut Rendik, prestasi di tingkat provinsi ini bukan pencapaian pertama bagi Rizky. Sebelumnya, putra pasangan Sunardi Purnomo dan Fitri tersebut juga pernah meraih juara pada kompetisi tingkat Kabupaten Gresik.
Pengalaman itu menjadi bekal bagi Rizky untuk tampil di ajang yang lebih tinggi. Dengan pembinaan dan arahan guru, potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan hingga mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain.
Rizky mengaku senang dapat membawa nama sekolahnya ke tingkat Jawa Timur. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang.
“Senang bisa membawa nama SDN Bringkang, Menganti, Gresik di tingkat Jatim. Mudah-mudahan ke depan bisa tambah berprestasi,” ungkap Rizky.
Di luar kegiatan sekolah dan lomba, Rizky juga menyukai lagu-lagu berbahasa Jawa serta musik campursari. Ketertarikannya terhadap seni dan budaya Jawa menjadi salah satu hal yang sejalan dengan semangat pelestarian bahasa daerah melalui FTBI.
Wadah Pelestarian Bahasa Daerah
Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Jawa Timur 2026 merupakan ajang bagi pelajar untuk mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa daerah. Kegiatan ini diikuti 168 siswa SD dan SMP dari 12 kabupaten/kota.
Festival tersebut mengangkat pelestarian bahasa Jawa, Madura, dan dialek Using melalui beragam cabang perlombaan dan kegiatan apresiasi budaya.
Kategori lomba yang dipertandingkan meliputi menulis aksara Jawa atau Carakan Madura, menulis cerita pendek berbahasa Jawa dan Madura, membaca puisi atau guritan, mendongeng, komedi tunggal atau ndagel ijen, serta berpidato.
Melalui berbagai kategori tersebut, para peserta mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka. Ajang ini juga menjadi sarana menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal.
Prestasi Rizky dalam kategori ndagel ijen menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk humor dan seni pertunjukan. Keberhasilan ini diharapkan memotivasi siswa lain untuk mengembangkan bakat sekaligus ikut menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.












