Pendidikan

Branding Terhebat dalam Kompetisi Branding “I Around You”

Penulis: Mu'Isyul Haq Al Hasany M.Pd.Editor: Eko Yudiono
×

Branding Terhebat dalam Kompetisi Branding “I Around You”

Sebarkan artikel ini
Dalam era berkembangnya teknologi internet (Platform, AI, IoT, ASI), anak-muda mengalami kompetisi personal branding.
Example 468x60

Oleh: Mu’Isyul Haq Al Hasany M.Pd. (Narasumber Parenting di SMAN 22 Surabaya 16 Oktober 2026)

Dalam era berkembangnya teknologi internet (Platform, AI, IoT, ASI), anak-muda mengalami kompetisi personal branding.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Personal branding sangat diperlukan untuk menunjukkan kemampuan seseorang berdasarkan value atau nilai-nilai diri yang dimiliki.

Tom Peters dalam artikelnya yang berjudul “The Brand Called You” (1997) menegaskan bahwa setiap orang adalah CEO bagi “merek” dirinya. Maka apa saja langkah pendidikan bagi anak oleh orang tua, agar memiliki Brand atau merek terhebat dari orang tua hebat.

Berikut hal-hal yang perlu disiapkan oleh orang tua untuk melatih anak memiliki personal brand hebat.

1. Personal Branding berdasar Imajinasi.
Anak perlu diberikan target tertinggi dalam cita-citanya. Target bukan beban bagi anak, tetapi target adalah imajinasi yang indah yang disukai anak dan anak berupaya meraih impian itu.

Einstein mengatakan, Imagination is more important than knowledge. Maka melatih imajinasi anak adalah dengan cara antara lain:

a.) Mengajak Jalan-jalan dan melihat kota-kota lain, pameran lukisan, mengunjungi toko dengan brand bagus.

b.) Mengucapkan kata-kata yang baik saat marah maupun berdo’a.

c.) Berikan gambaran posisi tertinggi dalam sebuah pencapaian, misal jika anak diarahkan menjadi Ulama’, maka diberi gambaran tentang imam Masjidil Haram.

Jika anak diarahkan sebagai pemimpin, maka anak diberikan informasi tentang pemimpin dunia.. c. Tanamkan daya juang.

Anak perlu diajak untuk berjuang meraih apa yang diimpikan, memenangkan prestasinya di posisi peak of champion.

Anak tidak hanya diajak bangkit dari zona nyaman, tetapi anak diajarkan untuk punya target terbaik dunia dan didukung untuk memiliki daya juang meraih posisi puncak dunia.

Baca Juga  Astra Tetapkan 12 Pemenang Astranauts 2026, Dorong Inovasi Digital untuk Transformasi Bisnis

2. Branding berdasarkan Chance.

Anak perlu disiapkan untuk memiliki banyak Chance atau peluang dalam berkarir dan berkarya.

Cara meraih blue ocean adalah dengan menambah moralitu value atau nilai moral dalam diri anak, sehingga value ini akan memperbesar chance dalam wujud berbagai nilai lebih.

Contoh dari morality value adalah disiplin, bisa dipercaya, bisa diandalkan, jujur, berkata benar, tangguh, tekun, inisiatif, berani, ceria, penyayang

3. Branding berdasarkan pemimpin trend.

Dalam trend zaman yang berubah, anak perlu memilki personal brand yaitu Quality in the best position. Quality in the best position bisa diraih dengan dengan Holistik Education.

Target pendidikan holistik adalah: a.) Spiritual/ heart. Bentuk pendidikannya adalah agama. b.) Cognitive brain. Dididik dengan ilmu pengetahuan ilmiah. c.), Affective Brain.

Dididik dengan pendidikan seni. d.) Psychomotor, dididik dengan perlombaan dan pertandingan. e.) Physic. Dilatih dengan olahraga. f.) Soul, dididik dengan ibadah.

4. Branding berdasarkan bakat dan Talent.

Personal Branding hebat tidak hanya anak menjadi dokter. Ada banyak orang hebat di setiap jurusan studi.

Di sinilah pentingnya mengenal bakat dan minat anak, serta figur figur hebat tingkat dunia yang perlu dikenal seorang anak.

5. Branding berdasarkan Product. Innovation.

Banyak orang dinilai punya personal brand hebat dari produk yang dia buat berdasarkan innovasi ilmiah.

Inilah pentingnya anak dididik dan dilatih untuk beroientasi mampu menghasilkan produk di setiap ilmu yang dipelajari.

6. Branding berdasarkan Rasa Syukur.

Banyak tokoh-tokoh dunia yang memiliki hal hal besar, namun jika kita mengenalnya lebih dalam, kita akan tahu bahwa tokoh tokoh dunia ini memiliki rasa syukur yang besar atas apa yang dia miliki sebelum tokoh ini meraih prestasi besar.

Baca Juga  Untag Surabaya Hadirkan Berlage’s Corner, Jembatani Sejarah Gedung Singa ke Ruang Akademik

Contohnya adalah bersyuur dengan dirinya sebagai ciptaan Allah, bersyukur dengan sehatnya, bersyukur dengan keluarga yang menyayangi dan seterusnya.

7. Branding berdasarkan Cinta ilmu dan penjagaan bumi. 

Negara besar dunia seperti Amerika dan Rusia memiliki satu amal perbuatan yaitu mencintai materi dan ilmu di bumi ini dan menjaga aset ilmiah di dunia.

8. Branding berdasarkan Leadership
Banyak tokoh hebat lahir dari semangatnya memimpin keluarga, bangsa, dan negara.

9. Branding berdasar Tantangan.

Banyak orang hebat yang meraih banyak karya besar karena memiliki tantangan besar. Thomas Alva Edison, Edmund Hillary, JK. Rowling

10. Branding Berdasarkan Investasi Ilmu dan amal.

Anak perlu diajarkan untuk berinvestasi pada aset yang produktif dan bisa menjadi media belajar dan mengamalkan ilmu

Dalam konteks negara, Branding juga diperlukan agar negara memiliki informasi bagi masyarakat dunia bahwa negeri ini memiliki daya manfaat dan kemampuan yang sangat besar sehingga sangat baik untuk menjadi ladang investasi, market, partner kerjasama dan produk bernilai tinggi serta bervariasi untuk diimpor. Wallahu A’lam

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *