Dalam NegeriTeknologi

Pekan Antariksa Dunia 2026: Usung Tema Revolusi Roket, Ini Lokasi dan Sejarahnya

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Pekan Antariksa Dunia 2026: Usung Tema Revolusi Roket, Ini Lokasi dan Sejarahnya

Sebarkan artikel ini
Pekan Antariksa Dunia
(SpaceX)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Pekan Antariksa Dunia 2026 digelar serentak di berbagai belahan dunia pada 4–10 Oktober dengan mengusung tema “Rocket Revolution”.
  • Perayaan global ini tidak terpusat di satu lokasi tunggal; di Indonesia dipusatkan lewat Pekan Astronomi Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM).
  • Inisiatif PBB ini memperingati lompatan teknologi peluncuran antariksa serta menginspirasi generasi muda di bidang sains dan STEM.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Peringatan Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week (WSW) kembali bergulir serentak secara global pada 4 hingga 10 Oktober 2026. Tahun ini, agenda astronomi internasional terbesar tersebut mengangkat tema utama “Rocket Revolution” (Revolusi Roket), sebuah sorotan tajam terhadap lonjakan dramatis teknologi peluncuran antariksa yang kian membuka akses manusia menuju orbit bumi dan luar angkasa.

Kendati dirayakan luas di berbagai penjuru dunia, banyak publik bertanya-tanya mengenai lokasi pelaksanaan resminya. Berbeda dari hajatan atau konferensi konvensional yang terpusat di satu kota atau negara tertentu, Pekan Antariksa Dunia merupakan perayaan terdesentralisasi tanpa episentrum tunggal.

World Space Week Association mengkoordinasikan kegiatan ini di berbagai belahan bumi melalui peta interaktif global, di mana komunitas sains, instansi antariksa, museum, sekolah, hingga universitas menggelar rangkaian program edukatif di wilayah masing-masing.

Pekan Astronomi Jakarta di TIM: Titik Semarak World Space Week di Indonesia

Di tanah air, antusiasme perayaan Pekan Antariksa Dunia 2026 diwujudkan melalui perhelatan Pekan Astronomi Jakarta yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 6 hingga 10 Oktober 2026.

Ajang edukatif ini menghadirkan beragam aktivitas interaktif untuk mendekatkan publik dan pelajar pada misteri jagat raya, antara lain:

  • Pameran instrumen dan sains astronomi terpadu.
  • Pertunjukan simulasi langit di planetarium mini.
  • Aktivitas observasi peneropongan Matahari langsung menggunakan teleskop khusus.
  • Workshop dan eksperimen peluncuran roket air bagi pelajar.
  • Sesi edukasi pengenalan dasar-dasar ilmu antariksa.
Baca Juga  Flora Baru Semeru Buka Peluang Ekowisata

Latar Belakang dan Sejarah: Resolusi Majelis Umum PBB 1999

Pekan Antariksa Dunia memiliki landasan yuridis internasional yang kuat. Agenda tahunan ini resmi disahkan lewat Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 54/68 pada 6 Desember 1999 silam.

PBB menetapkan rentang tanggal 4–10 Oktober sebagai momentum emas perayaan sains dan teknologi antariksa demi peningkatan kualitas peradaban manusia. Pemilihan periode ini sekaligus menempatkan World Space Week sebagai panggung tahunan terbesar dunia untuk memantik minat generasi muda mendalami disiplin ilmu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Selain mendorong literasi masyarakat terhadap kontribusi nyata satelit dan eksplorasi antariksa pada kehidupan sehari-hari, agenda ini menjadi wadah diplomasi untuk mempererat kerja sama lintas negara dalam riset dan pendidikan antariksa.

Makna Tema “Rocket Revolution”: Era Baru Industri Antariksa Komersial

Pemilihan tema “Rocket Revolution” pada perhelatan 2026 mencerminkan pergeseran paradigma industri penerbangan luar angkasa global. Jika pada dekade-dekade lampau akses antariksa dimonopoli oleh program badan antariksa milik negara adidaya, saat ini lanskap tersebut telah berevolusi menjadi arena kolaboratif lintas sektor.

PBB menyoroti bahwa kehadiran roket yang dapat digunakan kembali (reusable rockets), penyedia layanan peluncuran komersial swasta, hingga kemunculan entitas startup dan kampus-kampus riset telah mendemokratisasi akses ruang angkasa. Keberhasilan inovasi ini secara drastis memangkas ongkos peluncuran roket dan melipatgandakan frekuensi misi ke orbit.

Efisiensi biaya dan teknologi pendorong mutakhir inilah yang kini membuka jalan lebar bagi akselerasi peluncuran rasi satelit telekomunikasi hingga misi eksplorasi manusia jangka panjang menuju Bulan.

Bagaimana Cara Memperingati Pekan Antariksa Dunia 2026?

Bagi masyarakat, pelajar, dan pegiat sains yang ingin berpartisipasi dalam perayaan World Space Week 2026, sejumlah langkah berikut dapat dilakukan:

  • Mengunjungi Observatorium atau Planetarium: Menghadiri pameran sains interaktif terdekat, seperti gelaran Pekan Astronomi Jakarta di Taman Ismail Marzuki.
  • Mengikuti Pengamatan Langit (Stargazing): Melakukan observasi benda langit bersama klub astronomi lokal, baik pengamatan matahari siang hari maupun bintang pada malam hari.
  • Eksperimen Roket Sederhana: Mengadakan kegiatan edukasi merakit roket air bagi pelajar di lingkungan sekolah atau komunitas untuk memahami prinsip fisika propulsi dasar.
  • Meningkatkan Literasi STEM: Mengakses materi, webinar, atau modul sains yang disiapkan secara terbuka oleh komunitas astronomi dan lembaga riset antariksa internasional sepanjang 4–10 Oktober.
Baca Juga  Polri Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memicu pembahasan mengenai kemungkinan tindak lanjut di…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital…