BeritaDalam NegeriHeadline

Ledakan di Pakuwon, Lima Terluka

×

Ledakan di Pakuwon, Lima Terluka

Sebarkan artikel ini
Seorang petugas melintas seiring pengamanan pasca ledakan hebat di sebuah rumah makan di kawasan San Antonio Shopping Street, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi (6/10). Rafli
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Ledakan hebat terjadi di sebuah rumah makan di kawasan San Antonio Shopping Street, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi (6/10), hingga melukai lima orang dan merusak puluhan bangunan. Seiring dugaan kebocoran pipa LPG sebagai musabab ledakan itu, Polisi masih melakukan penyelidikan sekaligus memastikan lokasi aman bagi warga.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ledakan terjadi sekitar pukul 07.42 WIB ketika aktivitas memasak berlangsung di salah satu bangunan. Gelombang tekanan menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi dan membuat warga yang beraktivitas pagi berhamburan mencari tempat aman.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan petugas menemukan tiga tabung LPG komersial berkapasitas 50 kilogram di sekitar episentrum ledakan. Dua tabung bercat oranye, sedangkan satu lainnya berwarna putih.

Menurut Luthfie, ketiga tabung tersebut tidak menunjukkan kerusakan berupa pecah atau terbelah akibat ledakan. Namun, seluruh tabung dalam kondisi kosong karena gas di dalamnya telah keluar.

“Kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi diduga karena kebocoran dari pipanya. Saat ini ketiga LPG itu juga dipastikan sudah kosong, artinya gasnya sudah keluar semua,” tutur Luthfie di lokasi kejadian.

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan aktivitas memasak diketahui berlangsung sebelum ledakan. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti dan masih melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara.

“Berdasarkan informasi awal dan keterangan sejumlah saksi di lokasi, sebelum kejadian diketahui ada aktivitas memasak. Dugaan awal, ledakan dimungkinkan berkaitan dengan tabung elpiji. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk memastikan sumber serta penyebab ledakan tersebut,” jelas Jules.

Pemeriksaan awal Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jatim juga memastikan lokasi tidak ditemukan senyawa atau unsur bahan peledak buatan. Tim mendalami kemungkinan ledakan berkaitan dengan akumulasi gas hidrokarbon di ruang tertutup.

Baca Juga  Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Tumbang, Diduga Keracunan Makanan MBG

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menjelaskan kebocoran instalasi pada ruang dengan ventilasi yang tidak ideal dapat menyebabkan gas terakumulasi hingga mencapai batas ledak.

Kondisi ini secara teknis disebut Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion (BLEVE). Percikan dari api kompor saat aktivitas memasak diduga dapat menjadi pemantik ketika konsentrasi uap gas telah mencapai ambang ledak.

Dampak ledakan tercatat cukup luas. Berdasarkan inventarisasi kepolisian dan BPBD Kota Surabaya, sedikitnya 41 bangunan terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda.

Lima bangunan mengalami kerusakan berat, termasuk rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi yang menjadi sumber ledakan serta empat ruko di sisi kanan dan kirinya.

Sebanyak 21 ruko mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kerusakan antara lain berupa rolling door melengkung, kaca etalase pecah, instalasi listrik terlepas, serta plafon yang ambrol. Selain itu, 15 rumah warga di kompleks permukiman di belakang kawasan ruko mengalami kerusakan. Kondisinya antara lain berupa dinding retak, gipsum rontok, dan genting bergeser.

Delapan kendaraan bermotor yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan berupa bata, dan pecahan kaca.

Lima orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka terdiri atas empat pria dan satu perempuan, dengan mayoritas merupakan pekerja unit usaha kuliner yang berada di lokasi saat kejadian.

Para korban sempat mendapatkan penanganan di RS Haji Surabaya, Sukolilo. Korban dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ledakan juga mengejutkan warga yang tengah berolahraga pagi di kawasan tersebut. San Antonio Shopping Street merupakan salah satu kawasan yang biasa digunakan warga untuk berjalan kaki, berlari, dan bersepeda.

Baca Juga  Bank Jatim Semarakkan Kemerdekaan dengan Marathon

Nanang, salah seorang warga yang sedang jogging, mengaku biasanya berhenti membeli kopi di ruko seberang lokasi kejadian. Namun, pada pagi itu ia membatalkan kebiasaan tersebut karena memiliki janji dengan seseorang.

“Biasanya saya istirahat sebentar di situ sambil pesan kopi. Tadi kebetulan karena ada janji sama orang, saya enggak jadi beli kopi kayak biasanya. Puji Tuhan untung saya enggak berhenti di lokasi. Waktu ledakan langsung kena kita, kenceng.” Katanya.

Warga lainnya, Bram, yang tinggal di Apartemen Educity Pakuwon City, juga berada tidak jauh dari lokasi. Ia sedang duduk di teras sekitar lima ruko dari rumah makan tersebut ketika ledakan terjadi.

“Setelah istri datang ngasih kopi ke saya, enggak sampai lima menit itu langsung ada ledakan. Enggak ada percikan api. Hanya suara ledakan keras sama puing-puing bangunan yang beterbangan,” kata Bram.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian Anggota DPD RI asal Jatim Lia Istifhama. Ia meminta hasil penyelidikan menjadi bahan evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja. Terutama usaha yang menggunakan tabung LPG berkapasitas besar.

“Kita turut prihatin dan bersedih atas musibah ledakan akibat tabung gas di Pakuwon Surabaya. Terlebih bukan hanya kerusakan material, namun juga membuat lima warga menjadi korban luka yang kini masih dirawat intensif di RSUD Soetomo,” ujar Lia.

Dia mendorong adanya prosedur keselamatan yang jelas untuk penggunaan LPG, termasuk pemahaman terhadap potensi bahaya, kesiapan sarana keselamatan, ventilasi, serta kemampuan pekerja melakukan antisipasi ketika terjadi kondisi darurat.

“Harapannya, investigasi yang dilakukan pihak berwajib memberikan hasil detail dan komprehensif. Ini penting sebagai bahan analisa dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di manapun,” katanya.

Baca Juga  Sengketa Tanah Wonosari Ditolak, Senator Jatim Minta Pola Dana Talangan Diusut

Ia menambahkan, pelaku usaha perlu memastikan penerapan SOP dan pemahaman risiko menjadi bagian dari kegiatan operasional. Pengawasan terhadap keselamatan kerja juga perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Harus ada SOP terkait potensi hazard atau faktor intrinsik bahaya yang melekat pada tabung itu. Intinya situasional. Yang terpenting bagaimana pelaku usaha memahami risiko, menyediakan sarana keselamatan, dan mengetahui langkah antisipasi ketika terjadi kondisi bahaya,” pungkasnya. (mor/bil/har/alf)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Satu kata Yunani dalam Timaeus Plato menjadi titik penting sebelum dugaan tentang Gosong Gia diuji secara…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Ketua KPK Setyo Budiyanto mengingatkan agar Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi perkara dugaan…