Malang, Jatim Mandiri
Kanwil DJKN Jatim menggandeng BRI dan Kanwil BPN Jatim menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 di Lantai 4 BO BRI Malang Soekarno Hatta, Selasa (6/10) untuk mengakselerasi capaian lelang nasional. Kegiatan ini sekaligus mendorong optimalisasi aset dan pemulihan aset melalui mekanisme lelang yang transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum.
Gebyar Lelang Serentak berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026. Program ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan aktivitas lelang sekaligus mendorong pencapaian kinerja hingga akhir tahun.
Dalam agenda opening dan launching ceremony tersebut hadir Kepala Kanwil DJKN Jatim Arik Hariyono, Kepala KPKNL Malang Kurniawan Catur Andrianto, serta jajaran terkait.
Arik mengapresiasi pelaksanaan lelang serentak tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana optimalisasi aset, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi. “Gebyar Lelang Serentak ini menjadi wadah penting dalam menggerakkan perekonomian serta mengoptimalkan recovered asset. DJKN Jatim bersama unit vertikal seperti KPKNL Malang siap mengawal proses lelang agar berjalan transparan, akuntabel, dan efisien,” tegas Arik.
Sinergi antarlembaga tersebut turut mencatat capaian pemulihan aset BRI Regional Office Surabaya sebesar Rp179 miliar. Capaian ini dinilai menunjukkan kontribusi kolaborasi dalam memperkuat penyelesaian aset melalui mekanisme lelang.
Regional CEO BRI Surabaya Ari Wibowo menyampaikan apresiasi atas dukungan DJKN dan BPN Jatim dalam proses penyelesaian aset. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar pelaksanaan lelang semakin efektif.
Dukungan Kanwil BPN Jatim diarahkan pada penguatan kepastian hukum serta percepatan pengurusan dokumen pertanahan bagi pemenang lelang. Langkah itu diharapkan membuat proses pascalelang lebih tertib, khususnya dalam penyelesaian administrasi pertanahan.
Kolaborasi DJKN Jatim, KPKNL Malang, BRI RO Surabaya, dan Kanwil BPN Jatim diharapkan mendongkrak realisasi target lelang nasional. Sinergi tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme lelang resmi pemerintah.
Melalui proses yang transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum, lelang diharapkan semakin dikenal masyarakat sebagai instrumen yang aman dan bernilai ekonomi. Mekanisme tersebut juga mendukung optimalisasi aset sekaligus pemulihan aset bermasalah. (mhe/ibn)












