Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan peserta didik baru tahun ini. Namun, sekolah hanya memiliki daya tampung 648 siswa.
Tingginya minat tersebut mendorong SMKN 1 Lumajang memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Langkah ini diarahkan agar pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terhubung dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha.
Komite SMKN 1 Lumajang, Budi Satria Andhika, mengatakan kolaborasi sekolah, komite, dunia usaha, industri, dan media diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses lulusan menuju dunia kerja.
“Kolaborasi ini penting untuk bersama-sama memajukan kualitas pendidikan di SMKN 1 Lumajang,” kata Budi.
Salah satu program yang disiapkan ialah Bursa Kerja Khusus (BKK) atau Job Fair sekitar tiga bulan sebelum kelulusan. Kegiatan tersebut akan mempertemukan siswa tingkat akhir dan alumni dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi kejuruan.
Jejaring dengan pelaku usaha juga dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk mengenal kebutuhan industri, termasuk sektor kreatif dan UMKM yang membutuhkan tenaga terampil. Pola tersebut penting untuk mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan riil dunia usaha.
Selain penyerapan tenaga kerja, komite mendorong kemitraan dengan pihak luar untuk mendukung kegiatan siswa. Sponsorship untuk agenda tahunan sekolah diharapkan dapat membantu pembiayaan pengembangan bakat dan pentas seni tanpa menambah beban orang tua.
Transparansi anggaran juga menjadi perhatian. Pengelolaan dana diarahkan pada kebutuhan operasional, pemeliharaan fasilitas, serta peralatan praktik seperti komputer, drone dan teknologi LIDAR.
Budi menilai keterbukaan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan sekaligus memastikan anggaran benar-benar mendukung proses pembelajaran.
Dengan memperkuat koneksi industri sejak di bangku sekolah, SMKN 1 Lumajang berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal menghadapi dinamika dunia usaha.












