Intisari Berita:
- Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, meminta pemkot menjaga mutu proyek infrastruktur jalan dan drainase senilai Rp1 triliun lebih di APBD 2027.
- Komisi C menyoroti evaluasi proyek fisik 2026 terkait keselamatan warga dan pengguna jalan akibat adanya insiden jatuh korban jiwa.
- Legislatif berencana menggelar inspeksi mendadak (sidak) serta mengajak masyarakat ikut mengawasi proyek agar pengerjaan sesuai standar perencanaan dinas terkait.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Alokasi pembangunan infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027 yang diproyeksikan menembus angka lebih dari Rp1 triliun mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan perlunya pengawalan ketat agar anggaran jumbo tersebut benar-benar menghasilkan prasarana fisik berkualitas tinggi, bebas dari risiko banjir, dan mengutamakan keselamatan publik.
Politisi muda Partai Golkar tersebut menyatakan dukungannya terhadap arah kebijakan Wali Kota Surabaya dalam penyampaian RAPBD 2027 yang menitikberatkan pada akselerasi pembangunan jalan dan penanganan genangan melalui sistem drainase.
“Khusus terkait 2027, kemarin seperti yang kita dengarkan bersama bahwasanya titik fokus yang disampaikan Wali Kota pada APBD 2027 adalah fokus pada pembangunan dan juga penanganan genangan, pembangunan jalan, dan drainase agar nantinya setelah tahun 2027 ini harapannya Surabaya sudah bisa bebas banjir,” ujar Achmad Nurdjayanto, Rabu (30/9).
Kawal Anggaran Jumbo Rp1 Triliun Lebih Agar Berdampak Nyata ke Warga
Besarnya nilai pembiayaan infrastruktur daerah yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp1 triliun dinilai menuntut pengawasan menyeluruh dari berbagai lini. Achmad mengingatkan bahwa setiap rupiah dari kas daerah harus tecermin dalam wujud mutu fisik yang presisi sesuai rancangan teknis yang ditetapkan dinas terkait.
“Untuk itu, harapan saya karena nilai daripada pembangunan ini nantinya akan sangat besar, sekitar 1 triliun lebih, maka harapannya mari kita kawal bersama pembangunan yang dibiayai oleh APBD ini benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, serta kualitas daripada pembangunan tersebut benar-benar sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh dinas terkait,” terangnya.
Menanggapi isu mutu pengerjaan rekanan di lapangan, Achmad menilai standarisasi konstruksi sebenarnya telah dirumuskan secara baku oleh pemerintah daerah. Kendati demikian, kontrol berkala tetap menjadi instrumen utama agar tidak ada deviasi spesifikasi yang merugikan kepentingan warga.
“Kalau terkait kualitas mungkin sudah ada standarisasinya, tetapi harapannya dengan pengawasan bersama ini sama-sama kita jaga agar proyek tersebut tepat dan kualitasnya selalu dapat terjaga,” imbuh Achmad.
Baca Juga: 166 Satuan PAUD Surabaya Sulap Sampah Jadi Karya hingga Alat Pembelajaran
Komisi C Agendakan Sidak dan Tekankan Standar Keselamatan Fisik
Guna memastikan pekerjaan kontraktor di lapangan berjalan sesuai mutu dan tenggat waktu, Komisi C DPRD Kota Surabaya telah merancang langkah pengawasan langsung melalui inspeksi mendadak (sidak).
Secara khusus, Achmad menyoroti catatan pelaksanaan proyek fisik tahun anggaran 2026 yang perlu dievaluasi total sebelum memasuki tahun anggaran 2027. Ia menyoroti penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan terhadap masyarakat sekitar lokasi galian dan jalan.
“Kami sebagai anggota Komisi C juga nantinya akan melakukan sidak dan juga pengawasan. Kalau catatan 2026 tadi, memang ada beberapa catatan sebagai bahan perbaikan di tahun 2027. Karena memang sebagian proyek itu terkait dengan keselamatan daripada pengguna jalan atau warga, ini yang perlu ditingkatkan di tahun 2027,” tegasnya.
Ia menyinggung insiden kecelakaan fatal di area proyek tahun 2026 yang memakan korban jiwa sebagai alarm penting bagi dinas pelaksana teknis dan para penyedia jasa konstruksi.
“Hasil evaluasi tahun 2026 kemarin yang ada jatuh dan bahkan sampai meninggal. Termasuk kualitasnya harus kita awasi bersama agar standarnya tetap terjaga,” pungkas Achmad.












