Nagoya, Jatim Mandiri
Timnas PUBG Mobile Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tanpa medali setelah finis kelima dengan 58 poin. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kedisiplinan pemain sepanjang pertandingan.
Indonesia sempat berada di posisi ketiga pada akhir hari pertama dan berpeluang mengejar zona medali. Namun, Skuad Merah Putih gagal mengumpulkan tambahan poin yang cukup pada hari terakhir.
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Deni Fianda sebelumnya menyoroti kedisiplinan sebagai aspek yang perlu diperbaiki dalam permainan tim. “Secara garis besar tidak ada kesalahan besar atau perubahan signifikan yang diperlukan dari hari pertama. Hanya beberapa hal minor yang sebenarnya perlu ditingkatkan, seperti kedisiplinan agar tidak mudah terculik atau mudah untuk dikalahkan,” kata Deni.
Sebelum pertandingan terakhir, Deni masih optimistis Indonesia mampu mengejar medali emas karena selisih poin dengan tim teratas masih dapat dikejar. Namun, persaingan ketat membuat Indonesia tidak mampu mempertahankan posisi di zona medali hingga kompetisi berakhir.
China meraih emas, disusul Korea Selatan dengan perak dan Thailand dengan perunggu. Indonesia diperkuat Jayden William “Satar” Tjahyadi, Alan Raynold “Satarrr” Kumaseh, Teuku Muhammad “Ponbit” Kausar, Haikal “Yummy” Aditya, dan Muhammad “Mort” Fahreza. Hasil di Aichi-Nagoya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi, disiplin, dan penerapan strategi menghadapi kompetisi internasional berikutnya. (bib/ibn)












