Pasuruan, Jatim Mandiri
Aktivitas perdagangan Pasar Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, belum normal dua hari setelah kebakaran menghanguskan sekitar 300 dari 360 kios dan lapak. Kemarin (30/9), pedagang berharap pembenahan segera dilakukan agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.
Kebakaran pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 12.30 WIB berlangsung sekitar empat jam. Dua warga mengalami luka ringan, sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Sutami, 53, pedagang bahan makanan dan bumbu dapur, masih menata barang dagangannya setelah kiosnya selamat dari api, tetapi kemasukan air saat pemadaman. “Saya pasrah. Saya kira sudah habis terbakar. Tapi alhamdulillah, ternyata terselamatkan,” ujarnya. Pedagang sayur Nurul
Agus Saputra, 35, mengatakan kebakaran langsung berdampak terhadap aktivitas jual beli. Sejumlah sayuran di kiosnya gosong dan kipas angin meleleh akibat terbakar. “Kalau malam ada saja yang beli. Menjelang subuh malah ramai. Sekarang sepi sekali,” katanya.
Nurul berharap pasar segera dibenahi karena menjadi sumber penghasilan pedagang. “Saya berharap pasar segera dibangun. Biar ramai lagi. Karena pasar ini gantungan hidup hampir semua pedagang di sini,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala DPMD Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati telah mengecek lokasi dan berkomunikasi dengan Pemdes Kepulungan serta pengelola pasar. “Pemkab akan ada langkah lebih lanjut. Kita hari ini komunikasi dulu untuk mengumpulkan segala informasi dengan Pemdes, pengelola pasar, dan lain-lain,” katanya.
Sementara itu, Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran dengan dugaan awal gangguan arus listrik. Sejumlah barang bukti, termasuk kabel dan token listrik terbakar, telah diamankan. (dul/ibn)












