BeritaHeadlineJatim

ISPA Meningkat, RS Diminta Siaga

×

ISPA Meningkat, RS Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat di sejumlah daerah Jatim, sementara rumah sakit diminta memperkuat skrining dan penanganan pasien bergejala influenza A. Pemantauan mencatat 4.880 kasus ISPA di Sidoarjo, 2.549 kasus di Lamongan, serta temuan H3N2 di Malang hingga Selasa (22/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, peningkatan keluhan ISPA dan influenza A terjadi di sejumlah layanan kesehatan. Namun, belum ada laporan rumah sakit di Jatim kewalahan hingga menolak pasien.

“Kemarin saya coba cek waktu ke Malang, sudah turun pasiennya di salah satu puskesmas di Gribig kalau nggak salah. Tetapi di tempat lain kami lihat naik. Kami minta terus pantau,” kata Emil di Surabaya, Selasa (22/9).

Emil meminta rumah sakit, terutama milik Pemprov Jatim, meningkatkan kemampuan skrining terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada influenza A. Menurut dia, pasien harus memperoleh penanganan sesuai kondisi, baik melalui rawat jalan maupun rujukan.

“Tapi memang keluhan ISPA atau Influenza A ini meningkat, dan untuk itu rumah sakit harus sigap melakukan penanganan,” ujarnya.

Di Sidoarjo, Dinas Kesehatan mencatat 4.880 kasus ISPA berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada minggu ke-29 hingga minggu ke-36 2026. Dinkes setempat juga meminta fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat pemantauan influenza dan ISPA.

Kepala Dinkes Sidoarjo menyatakan, istilah influenza varian baru masih dalam pemantauan. Jenis dan karakteristik virus tersebut belum dapat dipastikan sehingga masyarakat diminta tidak panik.

Di Lamongan, Dinkes mencatat 2.549 pasien ISPA pada minggu ke-36. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam enam minggu terakhir. Sebelumnya tercatat 1.970 pasien pada minggu ke-33, 2.095 pasien pada minggu ke-34, dan 2.319 pasien pada minggu ke-35.

Baca Juga  Karhutla Melanda Empat Daerah di Jatim

Puskesmas Mantup mencatat jumlah pasien terbanyak dengan 390 orang, disusul Puskesmas Kembangbahu sebanyak 312 orang dan Puskesmas Babat sebanyak 292 orang. Dinkes Lamongan menduga kemarau panjang dan paparan debu turut memengaruhi gangguan pernapasan.

Sementara itu, Dinkes Kota Malang menemukan 20 kasus influenza hingga akhir Agustus. Temuan tersebut terdiri atas 12 kasus influenza A subtipe H3N2, tujuh kasus H1N1, dan satu kasus influenza B.

H3N2 menjadi subtipe terbanyak dalam pemeriksaan di Malang. Namun, data tersebut belum memastikan seluruh kasus H3N2 merupakan subclade K yang populer disebut “Super Flu”.

Di Surabaya, Dinkes melaporkan 40.539 kasus influenza tipe A hingga Agustus 2026. Salah satu rumah sakit juga melaporkan ruang anak dan instalasi gawat darurat sempat dipenuhi pasien, terutama anak-anak.

Pemprov Jatim menyebut kondisi layanan kesehatan masih terkendali. Hingga kini, belum ada laporan rumah sakit menolak pasien karena keterbatasan kapasitas. “Sampai hari ini belum ada rumah sakit yang menyampaikan mereka kewalahan sampai harus menolak pasien super flu untuk berobat,” kata Emil.

Emil mengingatkan influenza umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi tersebut dapat memburuk ketika daya tahan tubuh menurun atau pasien mengalami komplikasi.

“Nah, ini biasanya kan orang menyebut influenza itu self-limiting disease. Artinya penyakit yang sebenarnya dia akan sembuh. Tetapi kalau daya tahan tubuh kita turun, itu biasanya akan memburuk, apalagi kalau ada komplikasi,” ujarnya.

“Maka rumah sakit tidak boleh mengentengkan kasus-kasus influenza. Semua yang datang harus ada solusi dan penanganan sebisa mungkin, apakah rawat jalan atau nantinya harus dirujuk,” lanjutnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebut influenza A(H3N2) subclade K telah terdeteksi di 13 provinsi. Namun, data pemeriksaan nasional terbaru menunjukkan influenza A (H1N1)pdm09 masih mendominasi hasil laboratorium.

Baca Juga  ISPA Jatim Tembus 1,4 Juta

Karena itu, peningkatan kasus ISPA dan influenza di sejumlah daerah belum dapat disamakan dengan lonjakan kasus “Super Flu”. Konfirmasi subtipe dan subclade tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium.

Dinas kesehatan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan, mengurangi kontak dekat saat sakit, serta segera memeriksakan diri apabila demam dan sesak memburuk. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali masuk The Sustainability Yearbook 2026 dan mempertahankan status…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Hipotesis kehancuran Atlantis melalui gempa, tsunami, dan kenaikan muka laut mendorong kajian lintas disiplin yang mempertemukan…