Nganjuk, Jatimmandiri.id –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus memperkuat peran guru bimbingan dan konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam mencegah tindak kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan satuan pendidikan.
Langkah ini diambil guna memastikan setiap siswa merasa aman, terlindungi, serta berani melaporkan keluhan tanpa rasa takut.
Guna menyatukan persepsi dan langkah preventif, Pemkab Nganjuk mengumpulkan seluruh guru BK jenjang SMP dan MTs se-Kabupaten Nganjuk pada Selasa (22/9/2026).
Dalam konsolidasi tersebut, sekolah juga didorong untuk memasang CCTV di area-area rawan guna memperketat pengawasan.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy, menegaskan bahwa kehadiran guru BK bukan sekadar mengurus administrasi, melainkan harus menjadi tempat bersandar utama serta ruang aman bagi peserta didik yang mengalami masalah.
“Guru BK adalah garda terdepan di sekolah. Kita pastikan setiap siswa tahu, agar jangan takut melapor. Sebab, rahasia terjamin, dan pendampingan profesional sudah siap sedia. Tidak ada yang boleh merasa sendirian,” ujar Wabup Trihandy.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Nganjuk juga menyiagakan jalur pelaporan resmi melalui UPTD PPA di nomor 085235772020 yang dapat diakses langsung oleh siswa, orang tua, maupun masyarakat.
Pemkab memastikan pendampingan penuh dari tim psikolog, kepolisian, hingga UPTD PPA untuk mengawal setiap laporan hingga tuntas.
Langkah strategis ini mendapat sambutan positif dari para tenaga pendidik. Kejelasan jalur pengaduan dan jaminan perlindungan dinilai sangat membantu tugas pendampingan di lapangan.
“Kami siap menjadi pendengar dan penolong bagi semua siswa. Selama ini banyak yang diam karena takut tidak dipercaya. Dengan adanya jaminan kerahasiaan dan dukungan sistem, kami harap semakin banyak yang berani berbicara sejak dini sebelum masalah membesar,” ungkap salah seorang guru BK.












