Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Peningkatan signifikan kasus gangguan pernapasan memicu alarm kewaspadaan di seluruh penjuru Kota Delta.
Data terbaru Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sidoarjo telah menembus angka kritis 4.880 temuan.
Lonjakan drastis ini memaksa otoritas terkait memperketat pemantauan epidemiologi guna mengantisipasi penyebaran varian anyar influenza.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina MKes, menegaskan pihaknya telah menerbitkan instruksi resmi ke seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk memperkuat deteksi dini, pengawasan klinis secara simultan, serta memastikan ketersediaan logistik obat-obatan aman.
“Edaran instruksi khusus telah diterjunkan ke seluruh faskes secara simultan. Kami mengimbau warga agar segera memeriksakan diri dan tidak menyepelekan gejala ringan, karena pemantauan dini sangat krusial di tengah ancaman mutasi virus pernapasan saat ini,” tegas Lakhsmie, Senin (21/9/2026).
Peringatan senada disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sidoarjo.
Varian baru yang terdeteksi di lapangan dinilai memiliki karakteristik penularan yang lebih senyap, namun agresif menyerang saluran pernapasan atas.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat imunitas tubuh rentan, ditambah lagi dengan indikasi strain virus baru yang memiliki kemampuan escape mechanism terhadap kekebalan tubuh tertentu. Kami mencatat lonjakan kunjungan pasien dengan keluhan serupa di berbagai klinik dan praktik dokter spesialis,” ujar Ketua IDI Cabang Sidoarjo dr Idham Imaduddin.












