Probolinggo, Jatimmandiri.id – Iklim investasi di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru lewat langkah strategis pengembangan industri berbasis energi gas. Kolaborasi antara PT Aqua Gas Energi (AGE) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini diproyeksikan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi lokal, mendorong perluasan kawasan industri, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Direktur Utama PT Aqua Gas Energi, Ir H Yunus Nafiq, menegaskan bahwa ketersediaan energi yang efisien dan berkelanjutan merupakan modal utama dalam menopang ekspansi sektor industri di Probolinggo dan sekitarnya.
“Pelaku usaha membutuhkan energi yang efisien. Masyarakat juga membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kami bersedia mendukung perkembangan Probolinggo dan sekitarnya,” ujar Yunus, Rabu (16/9).
Yunus memaparkan, pasokan gas dari PT AGE siap menyuplai berbagai sektor vital, mulai dari kawasan manufaktur, fasilitas rumah sakit, hingga konsumen energi skala besar lainnya. Pada tahap awal, PT AGE mengantongi kapasitas pasokan sebesar 2,8 juta meter kubik per bulan, yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 5,7 juta meter kubik per bulan.
Jangkauan distribusinya pun dirancang melintasi koridor strategis Jawa Timur, meliputi Probolinggo, Pasuruan, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, hingga Madiun. Kehadiran pasokan energi ini diyakini mampu meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui efisiensi biaya dan kepastian kontinuitas energi, yang pada akhirnya memacu penyerapan tenaga kerja teknik lokal serta menghidupkan sektor logistik dan UMKM pendukung.
Inisiatif ini disambut positif oleh Pemkab Probolinggo. Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengapresiasi masuknya investasi energi ini sebagai momentum krusial dalam mengakselerasi perekonomian daerah. Untuk menjamin kemudahan investasi, Pemkab Probolinggo bergerak cepat menyelesaikan berbagai kendala perizinan dan tata ruang.
“Alhamdulillah, beberapa persoalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sudah clear dan mendapat persetujuan dari Kementerian Agraria,” terang Ugas.
Sebagai bentuk kesiapan menampung gelombang investasi, Pemkab Probolinggo telah menyiapkan kawasan penunjang utama, seperti Kawasan Industri Tongas seluas kurang lebih 800 hektare serta koridor industri di wilayah Paiton. Pemkab juga intensif berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pendukung di lapangan.
“Ini merupakan potensi baik bagi Kabupaten Probolinggo. Kami yakin investasi ini nantinya dapat memancing masuknya industri-industri lain,” pungkas Ugas.












