Jakarta, Jatim Mandiri
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menyalurkan pembiayaan UMKM Rp55,17 triliun kepada lebih dari 340.000 nasabah, dengan segmen UKM tumbuh 20 persen hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut diperkuat melalui layanan digital, pendampingan usaha, pembiayaan berkelanjutan, dan perluasan akses pasar.
Pembiayaan segmen UKM mencapai Rp26,86 triliun. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan dukungan perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“UMKM menjadi salah satu segmen yang kami dorong kualitas dan kapasitasnya agar menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Anggoro dalam keterangan tertulis awal pekan ini.
BSI juga mencatat rasio pembiayaan inklusif makroprudensial sebesar 33,65 persen. Capaian itu melampaui target 30 persen yang ditetapkan. Selain menyediakan pembiayaan, perseroan mengembangkan kapasitas pelaku usaha melalui BSI UMKM Center. Programnya mencakup pendampingan sertifikasi halal serta pelibatan UMKM dalam pameran domestik dan internasional.
Penguatan komunitas usaha dilakukan melalui pemetaan kategori, optimalisasi penyaluran dana, dan pemantauan pembiayaan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha nasabah.
BSI turut menyediakan Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI. Layanan digital itu membantu pelaku usaha memperluas transaksi dan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Menurut data pemerintah yang disampaikan perseroan, UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto nasional. Sektor tersebut juga berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja.
“Perseroan berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan sesuai prinsip syariah untuk membantu para pengusaha meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta memperkuat struktur permodalan,” kata Anggoro.
BSI optimistis pembiayaan UMKM tetap tumbuh seiring penguatan daya beli, pemberian insentif, dan kebijakan pemerintah. Perseroan akan melanjutkan dukungan bagi merek lokal dan pelaku ekonomi kreatif. (mhe/ibn)












