Jatimꦧꦸꦢꦪ

23 Kontingen Hidupkan Cerita Nusantara di Pawai Probolinggo

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

23 Kontingen Hidupkan Cerita Nusantara di Pawai Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Kontingen Bank Jatim Cabang Probolinggo, menampilkan ikon Mangga dan Anggur yang selama ini menjadi identitas Kota Probolinggo.
Example 468x60

Probolinggo, Jatimmandiri.id –  Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo berlangsung semarak dengan menghadirkan beragam cerita rakyat, kesenian, hingga potensi daerah. Sebanyak 23 kontingen dari unsur perangkat daerah dan lintas sektor tampil membawa kreativitas masing-masing di hadapan masyarakat.

Salah satu peserta, Bank Jatim Cabang Probolinggo, menampilkan ikon Mangga dan Anggur yang selama ini menjadi identitas Kota Probolinggo. Unsur buah tersebut dipadukan dengan karakter khas daerah sehingga menjadi gambaran kekayaan alam dan budaya setempat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pemerintah Kabupaten Probolinggo turut menyajikan kisah Cindelaras. Cerita rakyat tentang seorang anak laki-laki yang hidup bersama ibunya di hutan itu dimaknai sebagai simbol semangat masyarakat dalam menjaga budaya, persaudaraan, serta membangun daerah dengan kebanggaan.

Sekretariat DPRD Kota Probolinggo menghadirkan kisah Nyai Sekar Arum, perempuan bangsawan dari Blambangan yang dikenal memiliki kecantikan, kelembutan, serta kemampuan menari dan melantunkan tembang. Sosoknya dikisahkan membawa warna bagi masyarakat tanah Banger hingga namanya terus dikenang melalui Sumber Arum.

Cerita Nyai Sekar Arum

Sementara PT Bahari Tanjung Tembaga (Perseroda) mengangkat tema “Pesona Bahari Nusantara” melalui kisah Jebing Majengan. Penampilan tersebut menggambarkan kehidupan perempuan pesisir dalam menjaga lingkungan, keharmonisan, dan kebersamaan sebagai bagian dari semangat membangun Probolinggo.

Beragam penampilan itu membuat pawai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang mempertemukan sejarah, cerita rakyat, seni, kreativitas, dan potensi masyarakat.

Antusiasme warga pun tinggi. Meski berlangsung hingga malam, masyarakat tetap memadati kawasan start di depan Kantor Wali Kota hingga sepanjang rute pawai.

“Lebih variatif dari tahun kemarin. Semoga Probolinggo semakin maju terutama di bidang budaya dan pariwisata,” kata salah seorang penonton asal Cokroaminoto.

Dian, warga lainnya, juga menilai pawai tahun ini lebih menarik. “Saya rasa lebih bagus dari tahun kemarin. Harapan saya semoga Kota Probolingo lebih maju, lebih baik dan sejahtera,” tuturnya.

Baca Juga  Dispendik Surabaya Jamin MPLS Bebas Perpeloncoan

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat yang bertahan hingga pawai berakhir.

“Masyarakat Kota Probolinggo luar biasa. Saya ucapkan terima kasih pada peserta pawai yang memberikan sajian, pagelaran, perform yang begitu apik. Saya tidak mengira setelah salah Maghrib banyak yang bubar, ternyata balik lagi dan ikut sampai selesai di nomor peserta 23,” pungkas wali kota.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *