Jatim

Hari Jadi ke-81 TNI AL: Khofifah Tegaskan Jatim Episentrum Maritim dan Penggerak Poros Tol Laut Nasional

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Hari Jadi ke-81 TNI AL: Khofifah Tegaskan Jatim Episentrum Maritim dan Penggerak Poros Tol Laut Nasional

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi TNI AL dalam perayaan Hari Jadi ke-81 di Dermaga Madura Koarmada II Surabaya.
  • Jawa Timur ditegaskan sebagai episentrum maritim nasional yang menopang 25 dari 41 trayek Tol Laut serta mengintegrasikan pendidikan, komando operasi, dan industri PT PAL Indonesia.
  • Sinergi kemanusiaan Pemprov Jatim dan Kodaeral V telah merehabilitasi 2.674 unit RTLH sepanjang 2019–2025, dengan rencana tambahan 220 unit pada 2026.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam mengawal kedaulatan perairan, mengamankan jalur pelayaran vital, serta menjaga kekayaan maritim Nusantara.

Penegasan tersebut disampaikannya usai menghadiri Upacara dan Tasyakuran Peringatan Hari Jadi ke-81 TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Dermaga Madura, Komando Armada II (Koarmada II), Surabaya, Kamis (10/9).

Dalam momentum historis bersemboyan Jalesveva Jayamahe itu, Khofifah mendorong seluruh prajurit matra laut untuk terus memelihara dedikasi tanpa pamrih dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Bagi negara kepulauan, bentangan laut diposisikan bukan sebagai sekat pemisah, melainkan urat nadi pemersatu mobilitas warga, distribusi logistik, pertahanan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Selamat Hari TNI Angkatan Laut Ke-81. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga laut, wilayah kemaritiman, mengawal kedaulatan, serta merawat persatuan NKRI. Jalesveva Jayamahe, justru di laut kita jaya,” ungkap Khofifah.

“Kesadaran kenusantaraan mengajarkan kita untuk melihat laut sebagai pemersatu ruang hidup bangsa. Kedaulatan Indonesia hanya akan kokoh apabila wilayah darat, laut, dan udara dijaga sebagai satu kesatuan yang utuh,” tegasnya.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Resmikan Sumur Bor Presisi untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Bringin

Jawa Timur Hub Konektivitas: Kuasai 25 dari 41 Trayek Tol Laut

Sebagai provinsi berpenduduk terbesar kedua di Indonesia sekaligus penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terbesar kedua setelah DKI Jakarta, Jawa Timur memegang peran krusial sebagai jembatan penghubung wilayah barat dan timur Indonesia.

Surabaya telah bertransformasi menjadi simpul maritim, pusat logistik, perdagangan antarpulau, dan basis industri manufaktur nasional.

Kekuatan strategis tersebut dibuktikan lewat dominasi rute konektivitas perairan, di mana sebanyak 25 di antara 41 poros atau trayek Tol Laut nasional menjadikan Jawa Timur sebagai simpul utama distribusinya.

“Jawa Timur tidak hanya menjadi pasar yang besar, tetapi juga simpul produksi dan distribusi nasional. Melalui konektivitas maritim, Jawa Timur ikut memperlancar arus barang ke berbagai wilayah, terutama Indonesia bagian tengah dan timur,” urai Khofifah.

Konektivitas perairan yang tangguh ini sejalan dengan visi “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” untuk menekan disparitas harga komoditas antarwilayah, memperluas akses pasar produk daerah, serta mempercepat integrasi perekonomian domestik.

Episentrum Pertahanan Laut Lengkap: Dari AAL hingga PT PAL Indonesia

Tak hanya menjadi motor perekonomian maritim, Khofifah menggarisbawahi bahwa Jawa Timur memiliki keunggulan kompetitif yang unik melalui ekosistem pertahanan matra laut yang paling terintegrasi di Indonesia.

Provinsi ini menaungi pilar-pilar penting pembentukan kekuatan angkatan laut nasional:

  • Akademi Angkatan Laut (AAL): Kawah candradimuka pencetak calon perwira matra laut yang profesional dan berkarakter.
  • Kekuatan Operasional Tempur: Markas Komando Armada II (Koarmada II), Komando Daerah Maritim V (Kodaeral V), serta satuan tempur Korps Marinir.
  • Kemandirian Industri Pertahanan: Galangan kapal PT PAL Indonesia yang menopang rancang bangun, pemeliharaan (*refit*), dan riset alutsista perkapalan modern secara mandiri.
Baca Juga  LIRA Soroti Proyek Barak Dalmas

“Jawa Timur dapat disebut sebagai salah satu episentrum pembentukan kekuatan Angkatan Laut nasional. Di sini sumber daya manusianya dididik, kekuatan operasionalnya ditempa, dan industri perkapalannya dikembangkan,” tutur Khofifah.

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor antara TNI AL, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri pertahanan, dan masyarakat guna mengakselerasi riset perkapalan, hilirisasi komponen lokal, konservasi laut, mitigasi bencana, serta pengembangan ekonomi pesisir.

“Laut tidak boleh dipandang sebagai halaman belakang Indonesia. Laut adalah halaman depan, ruang strategis, sekaligus masa depan bangsa. Karena itu, membangun kekuatan maritim berarti membangun kedaulatan, kesejahteraan, dan konektivitas Nusantara,” katanya.

Kemanunggalan Nyata: Rehabilitasi Ribuan Rumah Layak Huni Warga

Wujud sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan TNI AL tidak hanya terpaku pada sektor pertahanan wilayah teritorial, melainkan menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat akar rumput.

Salah satu bentuk nyata kolaborasi ini terlihat dalam Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersama Kodaeral V.

Program perbaikan hunian berkelanjutan ini telah berhasil merehabilitasi sebanyak 2.674 unit RTLH sepanjang periode 2019 hingga 2025.

Pada tahun 2026, kemitraan strategis ini direncanakan menambah intervensi renovasi sebanyak 220 unit RTLH baru, memperkuat Program Strategis Nasional di bidang perumahan rakyat.

“Di balik setiap rumah yang direnovasi, terdapat keluarga yang memperoleh tempat tinggal lebih layak, sehat, dan aman. Inilah bukti bahwa sinergi TNI AL dan pemerintah daerah juga hadir langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Khofifah.

Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan kokohnya kemanunggalan TNI AL bersama rakyat dalam memperkuat ketahanan sosial di daerah pesisir dan sekitarnya.

“Sinergi ini harus terus kita rawat. Menjaga kedaulatan dan membangun kesejahteraan merupakan dua ikhtiar yang saling menguatkan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berkeadilan,” sambungnya.

Baca Juga  Satpol PP Surabaya Tertibkan Bangunan Liar di Aset Pemkot, Lahan Akan Diperluas untuk TPS

Khofifah berharap peringatan hari jadi ke-81 ini semakin mengobarkan semangat seluruh prajurit TNI AL untuk tumbuh menjadi kekuatan laut yang modern, profesional, tangguh, dan senantiasa dicintai oleh rakyat.

“Semoga TNI Angkatan Laut terus berjaya menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa, mengamankan setiap jengkal perairan Indonesia, serta menjadi perekat Nusantara dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote,” pungkas Khofifah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Toyota Alphard menabrak 11 sepeda motor dan dua mobil setelah diduga kehilangan kendali, menyebabkan lima orang terluka…

Berita

Madiun, Jatim Mandiri Sebanyak 30 siswa dan guru SDN 2 Kanigoro mendapat penanganan setelah mengalami pusing, mual, dan muntah usai…

Berita

Sidoarjo, Jatim Mandiri Gelombang susulan keracunan massal yang diduga bersumber dari Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berlanjut di Kabupaten Sidoarjo….