Jatim

Atasi Kekeringan, Pemkab Siapkan Rp17,9 Miliar untuk Hibah SPAM

Penulis: SudarnantoEditor: Eko Yudiono
×

Atasi Kekeringan, Pemkab Siapkan Rp17,9 Miliar untuk Hibah SPAM

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,9 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk program bantuan hibah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Example 468x60

Bojonegoro, Jatimmandiri.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,9 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk program bantuan hibah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Program tersebut diarahkan untuk membantu desa-desa yang rawan kekeringan, terutama wilayah yang belum mendapatkan layanan air dari PDAM. Bantuan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pemkab Bojonegoro berupaya mengubah pola penanganan kekeringan yang selama ini mengandalkan distribusi air menggunakan tangki menjadi penyediaan infrastruktur permanen berbasis jaringan perpipaan.

Melalui SPAM, air bersih nantinya dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah warga. Dengan demikian, masyarakat di wilayah rawan kekeringan dapat memperoleh akses air yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan.

Data penanganan kekeringan Pemkab Bojonegoro menunjukkan jumlah desa terdampak mengalami perubahan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, kekeringan tercatat melanda 93 desa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 106 desa pada 2025. Sedangkan pada 2026, jumlah desa terdampak turun menjadi 72 desa.

Meski mengalami penurunan, Pemkab Bojonegoro tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi mengingat puncak fenomena El Nino diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Penetapan penerima bantuan hibah infrastruktur air bersih tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/59/KEP/412.013/2026 tertanggal 23 Februari 2026. Keputusan tersebut ditandatangani Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Dalam keputusan tersebut, sebanyak 55 desa yang tersebar di 22 kecamatan ditetapkan sebagai penerima bantuan hibah SPAM.

Rinciannya, Kecamatan Baureno mendapatkan alokasi untuk tujuh desa. Selanjutnya, Kepohbaru, Kanor, Kapas, dan Kalitidu masing-masing empat desa.

Kecamatan Bubulan, Trucuk, Malo, Padangan, dan Ngraho masing-masing mendapatkan alokasi untuk tiga desa.

Sementara itu, Kecamatan Bojonegoro, Dander, Sekar, Temayang, dan Balen masing-masing mencakup dua desa.

Baca Juga  Pemkab Blitar Kirim 200 Kg Sambel Pecel Khas Daerah untuk NTT

Adapun Kecamatan Kedungadem, Sumberrejo, Sukosewu, Kasiman, Tambakrejo, Gondang, dan Kedewan masing-masing mendapatkan alokasi untuk satu desa.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Tidak hanya membangun sarana dan prasarana fisik, Pemkab Bojonegoro juga memberikan pembinaan kepada Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Pembinaan tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Dengan pembangunan jaringan air bersih yang dibarengi penguatan pengelolaan HIPPAM, Pemkab Bojonegoro berharap penanganan kekeringan tidak lagi hanya bersifat sementara.

Program hibah SPAM diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat ketersediaan air bersih sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang selama ini dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Bojonegoro.(sdr/ono)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…