Sidoarjo, Jatim Mandiri
Bandara Internasional Juanda membuka layanan 24 jam setelah 54 penerbangan dibatalkan hingga Senin siang (7/9), akibat dampak berantai erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan meliputi 24 kedatangan dan 30 keberangkatan, sementara petugas dan maskapai memperkuat pelayanan serta meminta penumpang memantau jadwal melalui kanal resmi.
Sebelumnya tercatat ada 42 penerbangan yang dibatalkan. Tapi jumlah itu bertambah 12 penerbangan menjadi 54 penerbangan kemarin (7/9). Dari ke12 penerbangan yang dibatalkan, terdiri atas lima kedatangan dan tujuh keberangkatan.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan, gangguan di Juanda bukan karena bandara ditutup akibat abu vulkanik. Pembatalan terjadi karena konektivitas dan rotasi pesawat terganggu setelah sejumlah bandara lain menghentikan operasional.
“Sehubungan dengan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara, kondisi tersebut turut memberikan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan,” ujar Tohir.
Pantauan Jatim Mandiri kemarin, sedikitnya ada delapan bandara yang ditutup sementara.
Di antaranya Bandara Soekarno-Hatta (CGK) – Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) – Jakarta, Bandara Radin Inten II (TKG) – Lampung, Bandara Husein Sastranegara (BDO) – Bandung, Bandara Budiarto – Curug, Tangerang, Bandara Pondok Cabe (PCB) – Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas (TFY) – Pesisir Barat, Lampung, Bandara Atung Bungsu (PXA) – Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Gangguan tersebut memutus rotasi pesawat yang seharusnya melayani rute dari dan menuju Surabaya. Kondisi itu membuat aktivitas penumpang di sejumlah bagian terminal Juanda berkurang, sedangkan sebagian pengguna jasa mendatangi layanan maskapai untuk memperoleh kepastian perjalanan.
Untuk membantu menjaga konektivitas nasional, Bandara Juanda disiapkan beroperasi selama 24 jam. Kebijakan itu memungkinkan bandara melayani penyesuaian jadwal dan penerbangan alternatif selama masa gangguan.
“Sebagai salah satu bandara alternatif, Bandara Internasional Juanda akan melayani penerbangan selama 24 jam guna mendukung kelancaran operasional dan konektivitas pengguna jasa,” kata Tohir.
Pengelola bandara dan maskapai juga memberikan makanan ringan serta minuman kepada penumpang terdampak. Personel keamanan bandara, pemeriksa terminal, dan layanan pelanggan disiagakan untuk memberikan informasi dan mengarahkan pengguna jasa.
Koordinasi terus dilakukan bersama maskapai dan pemangku kepentingan untuk menyesuaikan operasional dengan perkembangan aktivitas vulkanik serta pembukaan kembali bandara terdampak.
“Kami terus melakukan pemantauan serta koordinasi intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik,” ujar Tohir.
Penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal awal dalam tiket. Status penerbangan perlu diperiksa kembali melalui laman, aplikasi, atau pusat layanan resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa,” pungkas Tohir. (*/dea/ibn)












