Jatim

Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI di Sidoarjo, Khofifah Gaungkan Ajaran Moral Syekh Afeefuddin

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI di Sidoarjo, Khofifah Gaungkan Ajaran Moral Syekh Afeefuddin

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Khofifah menghadiri Sholawat Kemerdekaan dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
  • Khofifah mengajak masyarakat mempedomani ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani mengenai “My Religion My Morality” (akhlakku adalah agamaku).
  • Momentum kedekatan HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi ditegaskan sebagai energi memperkuat kepedulian sosial, toleransi, dan ikhtiar spiritual menuju Indonesia Emas.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (5/9). Acara bernuansa religi dan kebangsaan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Majlis Ta’lim Al-Yasmin.

Dalam kesempatan penuh khidmat itu, Gubernur Khofifah menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa memperbaiki akhlak serta menjadikan akhlakul karimah sebagai kompas utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Khofifah menegaskan bahwa budi pekerti serta akhlak yang mulia merupakan manifestasi nyata seorang muslim dalam memegang teguh esensi ajaran agamanya.

Membumikan Prinsip “My Religion My Morality” Ajaran Syekh Afeefuddin Al-Jailani

Gubernur Khofifah menekankan bahwa pesan keluhuran budi pekerti ini selaras dengan petuah mendalam yang konsisten diajarkan oleh Syekh Afeefuddin Al-Jailani, ulama terkemuka yang merupakan keturunan langsung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

“Setiap Jumat beliau selalu mengajarkan ini. My religion my morality atau my morality my religion. Akhlakku, agamaku. Itulah yang kemudian menjadi fokus dari pengajian beliau yang saya harap bisa kita pedomani,” tutur Khofifah di hadapan ribuan jamaah.

Ajaran tersebut menempatkan moralitas bukan sekadar pelengkap, melainkan cermin utama dari kualitas keberagamaan seseorang yang harus diimplementasikan dalam kehidupan publik.

Baca Juga  Korban Keracunan Dugaan MBG di Sidoarjo Tembus 120 Santri, Bupati Agendakan Sidak ke Dapur SPPG

Harmonisasi Maulid Nabi 1448 H dan Spirit Kemerdekaan RI ke-81

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak lantunan dzikir dan sholawat bagi kedamaian bangsa Indonesia. Hal ini terasa kian kontekstual lantaran peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berdekatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kedekatan dua momentum bersejarah ini, menurut Khofifah, menjadi pengingat kolektif bahwa fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun di atas pilar keimanan, persatuan yang kokoh, dan tetesan darah pengorbanan para pejuang.

“Kemerdekaan yang kita rayakan Agustus lalu bukan hanya ajang untuk mengenang, tetapi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat. Nilai-nilai perjuangan itu saya pikir sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan pengabdian kepada umat,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, kendati peringatan proklamasi telah lewat pada bulan Agustus, gema kecintaan terhadap Rasulullah SAW terus dirawat tanpa batas waktu.

“Sebenarnya Maulid Nabi Muhammad SAW itu memang berdekatan dengan 17 Agustusan. Tapi karena cintanya kita kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi memang kita perpanjang dan kita lakukan terus menerus sesuai kemampuan,” imbuhnya.

Dzikir dan Ikhtiar Spiritual sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas

Khofifah mengajak segenap masyarakat Jawa Timur mengintegrasikan dzikir dan doa sebagai pilar penting pembangunan daerah. Ia menggarisbawahi bahwa kerja keras lahiriah harus selalu diimbangi dengan permohonan restu Ilahi agar ikhtiar pembangunan mendapat berkah dan kemudahan.

“Kalau Allah tidak ridho, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini. Maka, saya minta, mari kita kirimkan doa terbaik untuk pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Semoga seluruh amal baktinya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” papar Khofifah.

Baca Juga  Sinergi Menko AHY dan Gubernur Khofifah Resmikan Pemukiman Bebas Kumuh 166 Unit Rumah di Gresik

Menutup arahannya, Khofifah mengingatkan bahwa api nasionalisme harus tetap menyala meski kalender telah memasuki September. Seluruh elemen diajak merawat persatuan melalui karya nyata sesuai kompetensi masing-masing.

“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme. Insya Allah, dengan ikhtiar dan doa, Jawa Timur akan semakin maju, semakin kuat, dan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas dapat kita raih bersama,” pungkasnya.

Kekhidmatan Rangkaian Doa di Pendopo Delta Wibawa

Rangkaian Dzikir dan Doa Bersama berlangsung syahdu dengan lantunan tahlil, istighosah, serta pembacaan Sirah Nabawiyah. Jamaah yang memadati pendopo juga menyimak tausiyah mendalam yang disampaikan oleh KH. Muzzaky Al Hafidz sebelum memasuki prosesi Mahallul Qiyam, muhasabah, doa penutup, dan kumandang Shalawat Kemerdekaan.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, jajaran tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah Majlis Ta’lim Al-Yasmin.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…