Jatim

Atasi Kemarau Ekstrem, Khofifah Guyur 120 Rit Air Bersih ke Blitar untuk 38.270 Keluarga

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Atasi Kemarau Ekstrem, Khofifah Guyur 120 Rit Air Bersih ke Blitar untuk 38.270 Keluarga

Sebarkan artikel ini
Khofifiah
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan 120 rit air bersih bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Blitar
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Khofifah menyalurkan 120 rit air bersih, puluhan tandon, dan jerigen untuk 38.270 KK terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar.
  • Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan akibat musim kemarau ekstrem yang berkepanjangan.
  • Pemprov Jatim menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan mengajak warga menggelar Salat Istisqa guna meminta hujan.

Blitar, Jatimmandiri.id – Menanggapi ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau panjang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan 120 rit air bersih bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Blitar pada Sabtu (5/9).

Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Desa Margomulyo, Dusun Rampalombo, Kecamatan Panggungrejo. Dalam agenda penanganan darurat ini, Gubernur Khofifah didampingi secara langsung oleh Bupati Blitar Rijanto serta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Pasokan 120 rit air bersih ini disiapkan untuk menjangkau 38.270 Kepala Keluarga (KK) atau setara 98.946 jiwa warga yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan se-Kabupaten Blitar, meliputi Kecamatan Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto.

Langkah Responsif Pemprov Jatim dan Skema Bantuan Infrastruktur

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengawal dan menjamin ketersediaan air bersih sebagai hak dasar warga di tengah musim kemarau yang parah.

Selain pasokan ratusan tangki air, Pemprov Jatim juga mendistribusikan sarana penampungan berupa 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter serta 250 unit jerigen berkapasitas 15 liter ke area krisis.

Khofifah mengungkapkan, krisis air ini bukan hanya melanda wilayah Blitar. Saat ini puluhan daerah lain di Jawa Timur juga berada dalam kondisi siaga serupa.

Baca Juga  Festival Mangrove Jatim Ke-10 di Tuban: Gubernur Khofifah Bareng Kaka Slank dan Bupati Lindra 'Nandur' Cemara Udang

“Sebetulnya sudah ada 24 Kab/ Kota di Jatim yang sudah menerbitkan surat keputusan kedaruratan pada musim kemarau ini, hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya yang dilakukan Bupati Blitar dan Kabupaten lainnya,” kata Gubernur Khofifah.

Khusus titik penyaluran di Desa Margomulyo, tercatat sebanyak 40 KK atau 162 jiwa warga terdampak menerima pasokan droping air bersih sejumlah 17.000 liter.

Wilayah ini turut menerima alokasi tiga unit tandon 1.200 liter dan 40 unit jerigen 15 liter.

“Kita memberikan substitusi support supply air karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrim dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Oleh karena itu, BPBD Provinsi Jatim sudah menyiapkan berbagai format penjangkauan untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” terangnya.

Upaya Menghadirkan Hujan: Dari Jalur Spiritual hingga Rencana Modifikasi Cuaca

Dalam lawatannya, Gubernur Khofifah mengajak elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ikhtiar batin memohon jalan keluar dari kekeringan ekstrem melalui ibadah sunnah.

“Oleh karenanya, kalau komunitas yang memungkinkan untuk bisa menyegerakan sholat istisqa’ akan menjadi sangat baik, karena sholat istisqa’ adalah ibadah untuk memohon pada Allah agar segera menurunkan hujan,” beber Khofifah.

Kesiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Di samping langkah spiritual, jalur saintifik dan teknis turut disiapkan matang. Pemprov Jatim telah berkoordinasi intensif mengkaji implementasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah taktis mengatasi krisis kekeringan.

Khofifah menguraikan perbedaan skema teknis OMC pada masa kemarau dibanding musim hujan.

“Jadi OMC saat musim hujan itu, kita ketemu awan lalu kita lakukan operasi modifikasi cuaca sehingga hujannya di laut, kalau awan sudah terlanjur awannya ke darat, OMC itu memecah konsentrasi awan tidak terkonsentrasi di satu titik,” jelasnya.

Baca Juga  Anggaran Kota Malang Naik Rp19,3 Miliar

“Hari ini sebaliknya, beberapa hari lalu, kita mendapatkan informasi kemungkinan sudah ada yang bergerak, jadi bisa lakukan OMC, maka awan yang masuk ke daratan itu bisa turun menjadi hujan,” tambah Khofifah merinci strategi teknologinya.

Jeritan Warga: Beli Air Ratusan Ribu Rupiah per Tandon

Kehadiran bantuan logistik air bersih ini membawa kelegaan nyata bagi masyarakat akar rumput yang telah berbulan-bulan mengalami kekeringan sumur.

Katinem, seorang warga lansia Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, menuturkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan warga untuk kebutuhan air sehari-hari.

Warga yang tak memiliki sumber mata air terpaksa membeli air bersih secara swadaya dengan merogoh kocek Rp80 ribu hingga Rp100 ribu untuk satu tandon penampungan.

“Tiap tahun kalau setiap kemarau itu pasti kekeringan, sumurnya surut jadi saya beli air, pokoknya 1 tandon itu harganya 80-100 ribu itu bisa dipakai beberapa hari,” tutur Katinem.

Katinem mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang hadir mengantarkan pasokan langsung ke depan permukiman mereka.

“Alhamdulillah disambangi dikasih bantuan Ibu Khofifah senang sekali, bantuan air bersihnya untuk masak, mandi dan keperluan lainnya,” ungkapnya bersyukur.

Selain bantuan logistik air dan wadah penampungan, Gubernur Khofifah juga membagikan paket bantuan sembako bagi masyarakat umum serta anak-anak di kawasan Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…