Dalam Negeri

Pencak Organisasi Siapkan Gebrakan Menuju Satu Abad

×

Pencak Organisasi Siapkan Gebrakan Menuju Satu Abad

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Pengurus Pencak Organisasi dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 PO di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id –  Menjelang usia satu abad, Pencak Organisasi (PO) mulai menyiapkan agenda besar untuk memperkuat organisasi sekaligus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat. Setelah kepengurusan periode 2026–2030 terbentuk dan dilantik, Pengurus Pusat PO mengajak seluruh jajaran meninggalkan dinamika masa lalu dan memusatkan perhatian pada konsolidasi serta program ke depan.

Sekretaris Jenderal Pencak Organisasi Bukasan mengatakan, seluruh proses pemilihan dan pembentukan Pengurus Pusat PO telah berakhir setelah kepengurusan baru dilantik dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 PO di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Prosesi pemilihan Pengurus Pusat Pencak Organisasi sudah selesai. Pengurus baru sudah dibentuk dan dilantik,” ujar Bukasan.

Menurut dia, pergantian kepengurusan harus menjadi awal baru bagi seluruh warga PO, baik di tingkat pusat, cabang maupun ranting. Perdebatan mengenai dinamika yang terjadi dalam proses sebelumnya dinilai tidak lagi relevan dan cukup menjadi bagian dari sejarah organisasi.

“Orang-orang hebat dan orang-orang yang berilmu akan berbicara tentang cita-cita, ide dan masa depan. Bukan membicarakan peristiwa masa lalu atau sesama warga PO,” katanya.

Bukasan berharap kepengurusan baru dapat menguatkan kebersamaan dan semangat gotong royong, sekaligus meningkatkan eksistensi PO di berbagai daerah di Indonesia.

Siapkan Pertunjukan 700 Penari

Usia ke-99 sekaligus menjadi pijakan menuju peringatan satu abad Pencak Organisasi pada tahun depan. Pengurus Pusat berencana menjadikan momentum tersebut sebagai perayaan besar yang melibatkan warga PO dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pertunjukan tari kolosal dengan jumlah penari sedikitnya 500 hingga 700 orang. Jumlah tersebut diharapkan berasal dari berbagai cabang Pencak Organisasi.

“Kalau tahun ini penarinya hanya beberapa orang, kami bercita-cita satu abad berdirinya Pencak Organisasi akan menyajikan tari kolosal yang melibatkan seluruh warga PO, bisa 500 bahkan lebih,” ujarnya.

Baca Juga  Lahar Semeru Jadi Ancaman, Tanggul dan Check Dam Dibangun

Tidak hanya penari, jumlah kuda yang dilibatkan dalam perayaan satu abad juga diharapkan lebih banyak. Pada peringatan tahun ini, rangkaian kegiatan dikawal sekitar 100 ekor kuda.

Kabupaten Jember bahkan telah menyatakan kesanggupan mengirim sekitar 100 penari untuk pertunjukan kolosal tersebut. Bukasan kemudian mendorong cabang lain, khususnya Lumajang, mengirimkan peserta lebih banyak.

“Yang ada di Kabupaten Lumajang harus bisa menyajikan lebih dari yang dikirimkan Kabupaten Jember,” katanya.

Bagi Pengurus Pusat, pertunjukan tersebut bukan sekadar tontonan. Keterlibatan ratusan penari dari berbagai daerah diharapkan menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan gotong royong warga Pencak Organisasi.

Setiap 27 Agustus Jadi Hari Renungan

Selain menyiapkan perayaan satu abad, Pengurus Pusat PO berencana membangun tradisi baru setiap 27 Agustus. Tanggal tersebut berkaitan dengan sejarah kelahiran Pencak Organisasi yang didirikan Imam Suja’i.

Nantinya, seluruh cabang dan ranting akan mendapatkan instruksi untuk menggelar renungan serta doa bersama pada tanggal tersebut. Kegiatan itu ditujukan untuk mengenang jasa dan perjuangan pendiri organisasi.

“Setiap tanggal 27 Agustus kami akan menginstruksikan kepada seluruh cabang yang ada di Indonesia agar bersama-sama melaksanakan renungan dan doa kepada Bapak Imam Suja’i karena beliau yang mendirikan Pencak Organisasi,” tuturnya.

Perkuat Eksistensi Lewat Media Sosial

Pengurus Pusat juga meminta seluruh cabang dan ranting mulai serius memanfaatkan media sosial. Setiap daerah didorong memiliki akun resmi yang aktif mengabarkan kegiatan organisasi.

Bukasan menilai ruang digital dapat menjadi sarana memperkenalkan berbagai aktivitas positif PO kepada masyarakat, terutama generasi muda. Publikasi yang konsisten juga dinilai mampu menumbuhkan kebanggaan di kalangan warga sekaligus menjaga citra organisasi.

“Kami minta kepada seluruh ranting dan cabang agar punya akun media sosial untuk kegiatan-kegiatan ranting maupun cabang,” katanya.

Baca Juga  Kompolnas dan Polri Akselerasi Reformasi Kelembagaan Melalui Rakorwas 2026

Menurut dia, semakin banyak kegiatan positif PO yang hadir di ruang digital, semakin luas pula kesempatan masyarakat mengenal organisasi tersebut. Media sosial juga dapat menjadi sarana kontrol sosial bagi anggota agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merugikan nama baik PO.

Rakernas Bahas Program dan AD/ART

Agenda konsolidasi berlanjut melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) setelah rangkaian Harlah ke-99 selesai. Forum tersebut akan membahas program kerja organisasi sekaligus Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Bukasan menegaskan, AD/ART menjadi salah satu pedoman utama dalam pelaksanaan tugas seluruh jajaran PO. Karena itu, Dewan Pendekar dan pengurus di berbagai tingkatan diminta ikut membangun organisasi agar semakin tertata, solid, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Marilah kita berpikir ke depan, bersama-sama bekerja untuk menata PO menjadi lebih baik dan menjadikan eksistensi PO benar-benar bermanfaat,” ujar Bukasan.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab kepengurusan periode 2026–2030 tidak ringan. Enam sumpah dan janji yang telah diikrarkan saat pelantikan harus diterjemahkan dalam kerja nyata, termasuk menjalankan serta menjaga AD/ART organisasi.

Dengan kepengurusan baru, Pencak Organisasi memasuki babak baru menjelang usia satu abad. Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada perayaan sejarah, tetapi menjadi tonggak konsolidasi nasional untuk memperkuat persatuan, prestasi, seni budaya, dan pengabdian PO kepada masyarakat. (en/ds/ayn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dalam Negeri

Jakarta, Jatimmandiri.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda. Itu setelah Gatot ditetapkan…