Mojokerto, Jatim Mandiri
Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jatim menjajaki kolaborasi dengan Yayasan Satria Lelaku Nusantara (YSLN), Kota Malang untuk melestarikan dan memajukan Aksara Kawi di Mojokerto, Rabu (26/8). Kolaborasi diharapkan memperluas edukasi melalui AksaraKawi.com sekaligus menjadikan aksara kuno tersebut sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan industri kebudayaan.
Kepala BP Kebudayaan Jatim, Sri Sugiharta, S.S., M.P.A. menyampaikan hal itu seusai menerima audiensi tim AksaraKawi.com. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan yang diinisiasi Yayasan Satria Lelaku Nusantara, yang memiliki perhatian terhadap pelestarian Aksara Kawi,” kata Sugiharta, Rabu (26/j8).
Dia berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja bersama dalam pelestarian dan pemajuan Aksara Kawi sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa berkolaborasi untuk melestarikan dan juga memajukan Aksara Kawi,” ujarnya.
Sugiharta menilai pelestarian Aksara Kawi tidak hanya perlu diarahkan untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadikannya sumber inspirasi bagi kegiatan kreatif dan produktif.
Saat ini, kata dia, berbagai sektor industri telah memanfaatkan kekayaan budaya Nusantara sebagai sumber gagasan. Aksara Kawi dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan serupa. “Kita bisa menggunakan Aksara Kawi sebagai sumber inspirasi untuk melakukan gerakan-gerakan di bidang industri kebudayaan,” katanya.
Sugiharta juga menilai AksaraKawi.com berpotensi menjadi media penyebaran informasi, pembelajaran, dan edukasi bagi pegiat maupun masyarakat umum. “Dengan adanya platform AksaraKawi.com, kami berharap ke depan bisa menjadi media untuk menyebarkan informasi, memberikan tutorial, serta edukasi bagi para pecinta Aksara Kawi dan masyarakat,” tuturnya.
Melalui penyediaan informasi dan materi pembelajaran, masyarakat diharapkan dapat mengenal Aksara Kawi secara lebih luas. Pemahaman tersebut selanjutnya dapat mendorong pemanfaatan kekayaan budaya secara kreatif dan bertanggung jawab.
“Para pecinta Aksara Kawi maupun masyarakat diharapkan bisa mengenal lebih jauh Aksara Kawi dan menggunakannya sebagai inspirasi dalam memajukan serta memanfaatkan khazanah kebudayaan kita,” ujar Sugiharta.
Dalam audiensi tersebut, tim AksaraKawi.com turut didampingi Rakai Hino Galeswangi, sejarawan dan peneliti yang juga menjadi dosen Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (Dalwa). Rakai Hino juga tercatat sebagai anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang.
Keterlibatannya menjadi penegasan upaya AksaraKawi.com memperkuat kualitas konten sejarah dan Aksara Kawi dengan rujukan serta pandangan akademis. Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan AksaraKawi.com sebagai ruang informasi, edukasi, dan kolaborasi dalam pelestarian serta pemajuan Aksara Kawi. (ayn)












