Surabaya, Jatim Mandiri
Bank Jatim menyalurkan donasi Rp250 juta dan bantuan logistik bagi pegawai Bank NTT serta masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8). Bantuan disalurkan bersama Pemerintah Provinsi Jatim melalui sejumlah posko untuk memenuhi kebutuhan darurat dan mendukung pemulihan korban.
Donasi Rp250 juta dihimpun dari pegawai Bank Jatim atau Jatimers. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pegawai Bank NTT yang turut terdampak bencana. Bank NTT merupakan anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim. Penyaluran donasi itu menjadi wujud solidaritas antaranggota KUB dalam menghadapi situasi darurat.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan pihaknya merasa perlu hadir ketika pegawai Bank NTT menghadapi musibah. “Bank NTT merupakan bagian dari keluarga besar KUB Bank Jatim. Ketika saudara-saudara kita di Bank NTT turut terdampak bencana, kami merasa perlu hadir memberikan dukungan,” kata Winardi.
Ia berharap donasi tersebut dapat membantu meringankan beban pegawai Bank NTT yang terdampak gempa. Selain donasi, Bank Jatim menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat melalui BPBD Jawa Timur. Bantuan itu meliputi beras, kornet, sarden, susu, pembalut wanita, dan popok bayi.
Bantuan didistribusikan melalui sejumlah posko agar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan selama masa tanggap darurat. “Bank Jatim juga ingin memastikan kepedulian kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sana,” ujar Winardi.
Menurut dia, aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Bank Jatim sebagai lembaga keuangan daerah. “Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” katanya.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Pemprov Jawa Timur membawa 65,7 ton bantuan senilai Rp3.006.652.875.
Bantuan mencakup makanan, beras, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi, anak dan perempuan, serta tenda, terpal, hingga kompor. Sebanyak 12,8 ton bantuan senilai Rp720.965.175 disalurkan kepada masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara itu, 52,9 ton bantuan senilai Rp2.285.687.700 disalurkan melalui posko di Manggarai Timur.
Khofifah mengatakan, jenis bantuan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta masukan tenaga kesehatan yang lebih dahulu melayani korban. “Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian,” ujar Khofifah.
Kolaborasi Bank Jatim, Pemprov Jawa Timur, BPBD Jawa Timur, dan sejumlah pihak diharapkan dapat meringankan kebutuhan korban sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. (mhe/ibn)












