Beritaꦧꦸꦢꦪ

Game Membuka Jejak Sundaland

×

Game Membuka Jejak Sundaland

Sebarkan artikel ini
AI META Group membangun Game Atlantis Rise of the Java Sea bukan sekadar permainan. Melalui game ini generasi muda diharapkan mengenal perubahan geografis, peradaban maritim, dan kekayaan sejarah Nusantara. Foto: AI META Group
Example 468x60

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno

Game Atlantis Rise of the Java Sea dikembangkan AI META Group untuk membawa pemain menjelajahi Sundaland melalui dunia Atlantis yang dibangun dari riset, hipotesis, dan imajinasi. Dari Indonesia, proyek ini diharapkan memantik generasi muda mengenal perubahan geografis, peradaban maritim, dan kekayaan sejarah kawasan Nusantara.

———————————————-

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Atlantis tidak ditempatkan sebagai jawaban final atas misteri peradaban yang hilang. Game tersebut justru menjadikan perdebatan mengenai Atlantis sebagai pintu masuk untuk mengenalkan kawasan daratan purba Asia Tenggara.

Salah satu gagasan yang dieksplorasi ialah hipotesis keterkaitan Atlantis dengan Sundaland atau Paparan Sunda. Kawasan itu dahulu mempunyai konfigurasi daratan dan garis pantai yang berbeda ketika permukaan laut lebih rendah dibandingkan sekarang.

Perubahan alam kemudian mengubah bentang geografisnya. Wilayah yang sebelumnya terhubung menjadi terpisahkan oleh laut dan membentuk kawasan kepulauan seperti yang dikenal saat ini.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu fondasi AI META Group dalam membangun dunia fiksi Atlantis. Namun, developer tidak menempatkan hubungan antara Atlantis dan Sundaland sebagai kesimpulan sejarah maupun arkeologi.

Direktur PT Meta Artificial Technology atau AI META Group, Iwan Setiady, ST, mengatakan keberadaan Atlantis hingga kini masih diperdebatkan. Ketidakpastian itu justru membuka ruang pertemuan antara pengetahuan dan kreativitas.

“Atlantis adalah salah satu misteri peradaban terbesar dunia. Sampai hari ini keberadaannya masih menjadi perdebatan. Tetapi justru di situlah daya tariknya. Ada ruang yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan, penelitian, teknologi, budaya, dan kreativitas untuk bertemu,” kata Iwan.

Karena itu, Atlantis Rise of the Java Sea tidak dirancang untuk menggiring pemain mempercayai bahwa Atlantis berada di Indonesia. Game tersebut merupakan interpretasi kreatif yang mengambil inspirasi dari kondisi geografis, lingkungan tropis, dan kehidupan maritim kawasan Nusantara.

Baca Juga  Mengapa Laut Jawa Diteliti?

“Game ini tidak dibangun untuk memaksa orang mempercayai satu teori sejarah. Yang ingin dibangun adalah pengalaman yang membuat orang bertanya, mencari tahu, membaca, membandingkan, dan melihat bahwa Indonesia memiliki sejarah geografis dan kebudayaan yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Dalam dunia tersebut, laut tidak dipandang sebagai batas yang memisahkan masyarakat. Laut justru menjadi penghubung wilayah, jalur perdagangan, sekaligus ruang penting bagi tumbuhnya sebuah peradaban.

Pelabuhan menjadi pusat kehidupan. Kapal-kapal membawa barang dari berbagai kawasan, pasar dipenuhi masyarakat, sedangkan jalur perdagangan mempertemukan kepentingan ekonomi, pengetahuan, dan kebudayaan.

Hutan, gunung, sungai, pertanian, permukiman, sumber daya alam, serta kehidupan masyarakat juga dirancang sebagai bagian yang saling berkaitan. Pendekatan itu digunakan untuk menghadirkan gambaran peradaban tropis-maritim, bukan memindahkan kebudayaan Indonesia modern ke masa Atlantis.

Pemain nantinya tidak hanya melihat bentang alam tersebut sebagai latar permainan. Mereka dapat menjelajahi wilayah, berinteraksi dengan masyarakat, menemukan artefak, mempelajari pengetahuan, dan membuka bagian-bagian baru dari dunia Atlantis.

Melalui pengalaman bermain, pemain diharapkan terdorong mencari informasi lebih jauh mengenai Sundaland. Rasa penasaran terhadap Atlantis diarahkan menuju pertanyaan tentang kondisi Nusantara pada masa lalu dan perubahan alam yang membentuk kawasan kepulauan.

“Harapannya sederhana. Setelah memainkan game ini, orang tidak berhenti pada pertanyaan ‘Atlantis itu benar atau tidak?’. Mereka justru mulai bertanya: apa itu Sundaland? Seperti apa Nusantara ribuan tahun lalu? Apa yang terjadi ketika permukaan laut naik? Seberapa besar sejarah yang sebenarnya tersimpan di kawasan Indonesia?” kata Iwan.

Pendekatan tersebut menempatkan game bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium pengenalan kebudayaan dan pengetahuan. Generasi muda yang belum tertarik membaca sejarah geografis dapat menemukan pintu masuk melalui pengalaman menjelajahi dunia digital.

Baca Juga  Polisi Tangkap Lima Pelempar Bondet di Probolinggo

Teknologi Artificial Intelligence, Digital Twin, metaverse, dan ruang virtual digunakan untuk mendukung pembangunan dunia tersebut. Karakter, lingkungan, kehidupan masyarakat, serta perubahan alam dirancang agar tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dialami pemain.

Namun, game tetap mempunyai batas. Sundaland, hipotesis mengenai Atlantis, dan dunia yang dibangun developer tidak ditempatkan pada kedudukan yang sama.

Sundaland menjadi pijakan geografis dalam pengembangan latar, sedangkan hubungannya dengan Atlantis tetap berada dalam wilayah hipotesis. Adapun kehidupan, konflik, teknologi, dan perjalanan pemain merupakan hasil interpretasi kreatif.

Dengan pemisahan itu, Atlantis Rise of the Java Sea tidak berusaha menutup perdebatan mengenai lokasi Atlantis. Game tersebut memilih membuka perjalanan lain: mengajak pemain menelusuri Sundaland dan mengenal sejarah panjang kawasan yang kini disebut Indonesia. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Bank Jatim menyalurkan donasi Rp250 juta dan bantuan logistik bagi pegawai Bank NTT serta masyarakat terdampak gempa…