Jogja

DPP Kulon Progo Kawal Tanam Bawang Merah di Sentolo, Luasnya Capai 220 Hektare

×

DPP Kulon Progo Kawal Tanam Bawang Merah di Sentolo, Luasnya Capai 220 Hektare

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KULON PROGO, JATIM MANDIRI – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo terus memperkuat pengawalan terhadap budidaya bawang merah di Kapanewon Sentolo. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Pengawalan dilakukan pada musim tanam Agustus 2026, terutama di wilayah Bulak Srikayangan yang selama ini menjadi salah satu sentra utama bawang merah di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Wazan Mudzakir, mengatakan Sentolo memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas bawang merah.

“Kami sangat mengapresiasi kemandirian dan etos kerja para petani Sentolo yang terus bergerak melakukan olah lahan dan penanaman bawang merah di musim tanam ini,” kata Wazan di Kulon Progo, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) bawang merah selama Agustus 2026, pertanaman komoditas tersebut tersebar di empat kalurahan di Kapanewon Sentolo.

Wilayah dengan lahan bawang merah paling luas berada di Kalurahan Srikayangan dengan luas mencapai 173 hektare. Kemudian Kalurahan Demangrejo seluas 23 hektare, Sukoreno 22 hektare, dan Tuksono 2 hektare.

Dengan demikian, total luas tanam bawang merah di Kapanewon Sentolo pada Agustus ini mencapai 220 hektare.

Menurut Wazan, besarnya luasan tersebut membuat pemerintah daerah perlu memastikan proses budidaya berjalan optimal. Pengawalan dilakukan melalui pendampingan secara intensif kepada petani di lapangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mengoptimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendampingi petani selama proses budidaya.

Selain itu, kesiapsiagaan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) juga diperkuat untuk mengantisipasi serangan hama maupun penyakit tanaman.

Pengawasan sejak awal dinilai penting untuk mengetahui kondisi pertanaman dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan potensi gangguan terhadap tanaman bawang merah.

Baca Juga  BPBD Gunungkidul Salurkan 2,4 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Wazan mengatakan pengawalan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan produksi, tetapi juga membantu petani menekan biaya operasional.

“Target kita adalah menjaga produktivitas tinggi sekaligus menekan ongkos produksi agar kesejahteraan petani di Sentolo tetap terjaga,” ujarnya.

Dengan luas tanam yang mencapai 220 hektare, pemerintah daerah berharap sentra bawang merah di Sentolo tetap mampu menjadi salah satu penopang produksi hortikultura Kulon Progo.

Pendampingan dan pengawasan yang dilakukan sejak musim tanam diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai risiko budidaya, sehingga produktivitas tetap terjaga dan usaha tani bawang merah memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *