Jogja

BMKG Yogyakarta Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

×

BMKG Yogyakarta Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta, Jatimmandiri.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Potensi gelombang tinggi diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan akibat dinamika atmosfer dan kondisi laut di wilayah selatan Jawa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Siti Winasari mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah menguatnya angin timuran dengan kecepatan yang dapat mencapai 30 knot.

“Seperti menguatnya angin timuran dengan kecepatan dapat mencapai 30 knot,” kata Siti di Yogyakarta, Senin (24/8).

Menurutnya, kondisi angin tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi kapal-kapal yang beroperasi di laut, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang.

Kecepatan angin normal di wilayah tersebut umumnya berada pada kisaran 10 hingga 20 knot. Ketika kecepatan angin mulai melebihi 15 knot, perahu nelayan maupun kapal tongkang dapat mengalami guncangan yang lebih kuat.

“Biasanya yang terpengaruh oleh angin di atas 15 knot itu ya dari perahu kapal nelayan dan kapal tongkang ini sudah mulai goyang,” ujarnya.

Karena itu, BMKG meminta nelayan tidak mengabaikan informasi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut. Pemeriksaan terhadap prakiraan cuaca dan kondisi gelombang dinilai penting untuk mengantisipasi risiko selama berada di perairan.

Siti menyarankan para nelayan secara rutin memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, terutama mengenai prakiraan cuaca dan tinggi gelombang.

“Alangkah baiknya untuk rutin memeriksa prakiraan cuaca dan tinggi gelombang dari info resmi BMKG Yogyakarta yang kami update dan share setiap hari di media sosial,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Bantul Bentuk Bunda Literasi, Dorong Budaya Membaca hingga Tingkat Kalurahan

Selain memperhatikan perkembangan cuaca, nelayan juga diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan dapat digunakan dengan baik sebelum berangkat.

Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung atau life jacket menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan ketika nelayan beraktivitas di laut.

“Kami imbau juga jangan lupa untuk membawa alat keselamatan seperti life jacket,” ujarnya.

Peringatan serupa juga ditujukan kepada wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai selatan DIY. Masyarakat diminta tidak berenang atau melakukan aktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai karena kondisi gelombang dapat berubah dan berpotensi membahayakan.

Wisatawan juga diminta mematuhi arahan petugas yang berada di kawasan pantai serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di laut ketika kondisi dinilai tidak aman.

“Wisatawan juga kami imbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan dari petugas,” kata Siti.

BMKG memprediksi gelombang tinggi hingga empat meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia selama tiga hari, mulai 24 hingga 27 Agustus 2026.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi nelayan maupun wisatawan agar lebih memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Kewaspadaan dan kesiapan perlengkapan keselamatan diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi cuaca maupun gelombang tinggi.

BMKG Yogyakarta juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan informasi resmi sebagai acuan sebelum melakukan aktivitas di wilayah perairan DIY.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *