Lumajang, Jatimmandiri.id – Bupati Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M., hadir langsung memberikan dukungan kepada tim Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Pasuruan yang mengikuti kompetisi sepak bola kemerdekaan antarkepala desa se-Jawa Timur di Kabupaten Lumajang.
Kehadiran Rusdi tidak sekadar menyaksikan pertandingan. Ia ingin memberikan semangat kepada para kepala desa yang membawa nama Kabupaten Pasuruan dalam ajang tersebut.
“Ya, saya hadir di sini untuk memberi semangat kepada tim PKDI, Persatuan Kepala Desa Kabupaten Pasuruan, yang mengikuti lomba sepak bola kemerdekaan antar-Persatuan Kepala Desa se-Jawa Timur,” ujar Rusdi.
Menurut Rusdi, kompetisi tersebut bukan hanya soal meraih kemenangan. Pertandingan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persatuan antarkepala desa di Jawa Timur.
“Kebetulan pertandingannya ada di Kabupaten Lumajang. Kami berharap menang, hahaha. Tapi tujuan kompetisi ini adalah untuk mempererat persatuan kepala desa seluruh Jawa Timur,” katanya.
Rusdi menyebut pemain yang diturunkan merupakan perwakilan PKDI Kabupaten Pasuruan. Ia bahkan sempat berseloroh ingin ikut bermain apabila mendapat kesempatan.
“Usianya sekitar 24 kalau tidak salah, 25. Saya juga bisa main karena kepala daerah,” ujarnya sambil tertawa.
Meski demikian, Rusdi mengaku masih mempertimbangkan untuk turun ke lapangan. Ia menilai kemampuan para pemain yang bertanding cukup baik.
“Tidak tahu nanti main atau tidak. Lihat pemainnya enak-enak, kita jadi minder,” katanya disambut tawa.
Soroti Kepemimpinan Wasit
Sementara itu, Kepala Desa Beiji, Rizki Wahyuni, mengatakan tim PKDI Kabupaten Pasuruan datang dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti pertandingan.
“Alhamdulillah, untuk PKDI Pasuruan kita semua sangat antusias dan sangat semangat,” kata Rizki.
Namun, Rizki menyoroti jalannya pertandingan pada babak pertama. Ia menilai terdapat sejumlah keputusan wasit yang cenderung menguntungkan tim PKDI Mojokerto.
“Cuma di babak pertama ini ada seperti ketidakseimbangan dengan wasit. Pihak wasit seperti lebih condong ke PKDI Mojokerto. Harusnya lebih profesional,” ujarnya.
Meski demikian, Rizki berharap para pemain PKDI Pasuruan tetap berkonsentrasi dan mampu membalikkan keadaan hingga pertandingan berakhir.
“Ini sementara masih babak pertama. Harapannya mudah-mudahan nanti Pasuruan bisa mendapatkan skor yang unggul,” katanya.
Rizki juga meminta para kepala desa yang menjadi pemain menjaga kondisi fisik dan stamina. Menurutnya, perjuangan tim tidak berhenti pada pertandingan tersebut karena masih ada target untuk melaju ke babak berikutnya.
“Harapannya semoga Bapak-bapak kepala desa selalu diberikan kesehatan. Staminanya juga perlu dijaga agar kita bisa mencapai pertandingan nanti di GBK. Amin,” ujar Rizki.
Kompetisi sepak bola antarpersatuan kepala desa se-Jawa Timur ini menjadi bagian dari kegiatan peringatan kemerdekaan. Selain memeriahkan momentum kemerdekaan melalui olahraga, ajang tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antarkepala desa di Jawa Timur.












