Jatimꦧꦸꦢꦪ

Parade Cikar ke-5 Kabupaten Kediri, Rawat Tradisi dan Lestarikan Sapi Jawa

×

Parade Cikar ke-5 Kabupaten Kediri, Rawat Tradisi dan Lestarikan Sapi Jawa

Sebarkan artikel ini
Parade Cikar ke-5 Tahun 2026 berlangsung semarak.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Parade Cikar ke-5 Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut bukan sekadar menghadirkan iring-iringan cikar, tetapi juga menjadi upaya merawat warisan transportasi tradisional sekaligus menjaga keberadaan sapi Jawa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, menyampaikan bahwa cikar memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat.

Pada masanya, kendaraan tradisional yang ditarik sapi tersebut menjadi salah satu sarana transportasi penting, terutama untuk mengangkut hasil pertanian.

“Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda agar mengenal sejarah,” ujar Solikin, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Parade Cikar juga memiliki kaitan erat dengan upaya pelestarian sapi Jawa. Secara historis, sapi Jawa merupakan hewan yang digunakan untuk menarik cikar. Namun, keberadaannya kini mulai menghadapi tantangan karena populasinya terus berkurang.

“Selain itu, juga melestarikan sapi Jawa yang merupakan sapi penarik cikar, yang mulai berkurang populasinya,” tambahnya.

Kemunculan sapi tunggang bernama Petruk dari Yogyakarta turut menambah daya tarik parade. Sapi tersebut menjadi salah satu perhatian warga yang memadati jalur yang dilalui rombongan.

Tak hanya menampilkan kekayaan tradisi, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat.

Sebelum parade dimulai, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri memberikan sosialisasi mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak.

Semarak Parade Cikar semakin terasa dengan pembagian 2.000 butir telur kepada masyarakat yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Pembagian telur ini menjadi bagian dari pesan penting tentang pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Antusiasme warga pun terlihat sejak iring-iringan cikar mulai bergerak. Sepanjang jalur parade, masyarakat memadati sisi jalan, menyaksikan satu per satu cikar melintas dengan membawa hasil bumi.

Baca Juga  Jatim Peringkat 2 Kekerasan Anak Nasional, Bunda Renny: Alarm Keras, Perlindungan Anak Harus Diperketat!

Sesekali, warga berebut mengambil hasil bumi yang dibawa di atas cikar.

Pemandangan tersebut membuat parade tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan kembali suasana kebersamaan dan kearifan lokal yang lekat dengan kehidupan masyarakat agraris.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

PROBOLINGGO, Jatim Mandiri – Sebanyak 601 sampel darah dan serum ayam di PT Malindo Feedmill Tbk, Desa Sumberkare, Kecamatan Pajarakan,…