Gresik, Jatimmandiri.id- Upaya memperkuat persatuan, keberagaman, dan kepedulian sosial terus dilakukan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Gresik.
Salah satunya melalui sinergi Forum Masyarakat Cinta Keberagaman (Formagam) Gresik bersama organisasi kemasyarakatan Passer Wong Bodho.
Ketua Formagam Gresik Joko Pratomo menggandeng Passer Wong Bodho DPC Gresik yang dipimpin Sugito, S.H., bersama Iswandi. Kolaborasi tersebut juga melibatkan jajaran Passer Wong Bodho DPAC Duduksampeyan, di antaranya Eko Nurhadiyanto dan Hilmi.
Kerja sama lintas organisasi ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi, kepedulian sosial, serta semangat hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat Gresik.
Joko Pratomo menegaskan bahwa perbedaan di tengah masyarakat semestinya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Keberagaman harus kita rawat bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, dan bergotong royong.”
Menurutnya, komunikasi antarelemen masyarakat perlu terus dibangun agar berbagai organisasi dapat bersinergi dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun komunikasi yang positif dan membuka ruang kerja sama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Yang utama adalah kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Perkuat Jejaring Sosial Kemasyarakatan
Keterlibatan Passer Wong Bodho DPC Gresik dan DPAC Duduksampeyan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sosial kemasyarakatan hingga tingkat wilayah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat hubungan antarwarga, menjaga suasana yang kondusif, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
Formagam Gresik selama ini turut terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan dan keberagaman di Kabupaten Gresik. Sementara itu, Passer Wong Bodho melalui struktur organisasi di tingkat kabupaten dan kecamatan juga menjadi bagian dari elemen masyarakat yang berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Joko menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya sebatas komunikasi antarorganisasi, tetapi diharapkan dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada pertemuan dan komunikasi saja. Ke depan, harus ada kegiatan nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Berlandaskan Nilai Konstitusi
Semangat membangun keberagaman dan kebersamaan tersebut sejalan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara yang dijamin konstitusi.
Pasal 28E ayat (3) UUD NRI 1945 menjamin hak setiap orang untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Sementara itu, Pasal 28I menegaskan hak setiap orang untuk bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apa pun.
Di sisi lain, kebebasan tersebut tetap harus dilaksanakan dengan menghormati hak asasi orang lain serta menjaga ketertiban kehidupan bermasyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 28J UUD NRI 1945.
Karena itu, sinergi antara Formagam Gresik dan Passer Wong Bodho diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan masyarakat sipil yang mengedepankan persatuan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Rawat Keberagaman, Perkuat Persatuan
Keberagaman merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam kondisi tersebut, komunikasi dan kerja sama antarorganisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk menjaga suasana yang kondusif sekaligus memperkuat persaudaraan.
Melalui kolaborasi ini, Formagam Gresik dan Passer Wong Bodho berkomitmen membangun komunikasi yang konstruktif serta mendorong kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tetap menghormati perbedaan.
“Mari kita rawat keberagaman, perkuat persatuan, dan terus menjaga semangat gotong royong. Gresik akan semakin kuat jika masyarakatnya mampu hidup rukun dan saling menghargai,” pungkas Joko.
Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi modal sosial untuk membangun Gresik yang rukun, damai, dan saling menghargai.












