Surabaya, Jatim Mandiri – Pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang masih mengandalkan jalur darat karena operasi water bombing belum dapat dilakukan akibat cuaca buruk dan jarak pandang terbatas. Personel gabungan terus menyisir kawasan Gunung Kembar hingga Arjuno, sementara luas area terbakar masih didata dan belum ada laporan korban jiwa.
Ketua Tim Pusat Data dan Informasi BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan titik api utama berada di kawasan Tahura Raden Soerjo, terutama sekitar Gunung Kembar 2 dan Lengkean atau Lapangan Kotak. “Tim gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran melalui jalur darat menggunakan metode gepyok,” ujar Amrul, Kamis (20/8).
Menurut dia, pemadaman terkendala medan terjal karena sejumlah titik api berada di kawasan puncak. Petugas melakukan penyisiran melalui rute Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, Lapangan Kotak, hingga menuju kawasan Gunung Arjuno.
Pemprov Jatim juga menyiapkan helikopter PK-DAP untuk observasi titik api dan mendukung operasi udara. Namun, water bombing belum dapat dilakukan karena awan rendah dan kabut membatasi jarak pandang. “Operasi water bombing masih belum dapat dilakukan karena jarak pandang terbatas oleh awan yang rendah,” kata Amrul.
Kendala lain adalah lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air. Petugas harus menyiapkan air menggunakan terpal dan mengangkutnya dengan kendaraan sebelum digunakan untuk mendukung operasi pemadaman. “Petugas di lapangan harus menggunakan terpal dan diangkut dengan truk untuk mendapatkan air,” ujarnya.
BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan dan UPT Tahura Raden Soerjo. Tim gabungan juga memantau kemungkinan munculnya titik api baru di kawasan Gunung Arjuno.
“Hingga saat ini, belum terdapat korban jiwa yang dilaporkan. Untuk total luas yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” kata Amrul. Dampak kebakaran juga membuat jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi mengatakan penutupan dilakukan untuk melindungi pendaki selama proses penanganan kebakaran berlangsung. “Yang terpenting adalah faktor keselamatan ya, sehingga kami tutup sementara pendakian Arjuno-Welirang,” ujarn Jumadi sebagaimana kdikutip Antara. (*/ibn)












