Surabaya, Jatim Mandiri,
Bank UMKM Jatim membawa sejumlah mitra binaan menembus pasar internasional melalui Misi Dagang Jatim-Arab Saudi dan memperluas jejaring bisnis ke Sumatera Utara. Langkah tersebut menghasilkan pemesanan bibit alpukat hingga Rp500 juta di Jeddah serta membuka peluang distribusi melon putih Tulungagung ke Medan.
PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim mengikuti Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi di Jeddah, September lalu. Bank tersebut kemudian membawa mitra binaan dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumatera Utara di Medan pada 29 September 2026.
Kehadiran Bank UMKM Jatim dalam dua agenda tersebut tidak hanya diarahkan pada pembiayaan. Bank juga mempertemukan nasabah dengan peluang bisnis dan calon pembeli untuk memperluas pasar produk UMKM.
Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda) Irwan Eka Wijaya mengatakan, pembiayaan perlu diikuti pengembangan usaha dan perluasan jaringan pemasaran. “Bank UMKM Jatim ingin memberikan dukungan yang lebih luas kepada nasabah. Pembiayaan merupakan salah satu fondasi, tetapi kami juga ingin mendorong nasabah agar dapat berkembang, memperluas jejaring, dan menemukan peluang pasar baru, termasuk pasar internasional,” ujar Irwan.
Dalam misi dagang di Jeddah, Bank UMKM Jatim membawa dua nasabah unggulan, yakni Bibit Unggul Blitar dan Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri yang dikelola Agus Joko Susilo.
Desa Wisata Jambu merupakan nasabah Kredit Prokesra yang menawarkan berbagai bibit tanaman buah unggul, seperti alpukat, kelengkeng, dan durian.
Produk itu mendapat respons positif dari pasar Jeddah. Bibit alpukat, khususnya komoditas entres alpukat, memperoleh pemesanan hingga Rp500 juta. Kedua nasabah tersebut juga memperoleh penawaran untuk mengisi produk di Lulu Hypermarket Jeddah. Peluang ini memperluas potensi pemasaran produk UMKM Jatim di pasar internasional.
Capaian tersebut menjadi bagian dari potensi transaksi Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi yang mencapai Rp6,716 triliun. Irwan mengatakan, hasil tersebut menunjukkan produk dan potensi usaha Jatim memiliki peluang untuk menembus pasar global ketika dipertemukan dengan jaringan pembeli yang tepat.
Perluasan pasar berlanjut dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumatera Utara di Medan. Bank UMKM Jatim membawa sejumlah mitra binaan, antara lain Karunia Buah asal Banyuwangi yang dikelola Teguh Budi Santoso.
Mitra lainnya yakni UD Fajar Hidroponik Farm asal Tulungagung yang dipimpin Vicky Fajar Ibrahim. Salah satu produk yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut adalah melon putih Tulungagung.
Komoditas tersebut menarik perhatian pengunjung karena relatif jarang ditemukan di Medan. Sejumlah distributor buah di Medan bahkan menunjukkan ketertarikan menjalin kerja sama langsung dengan petani.
“Semoga melon putih kami bisa diterima di Medan dan wilayah Sumatera Utara lainnya,” ujar Vicky. Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumatera Utara mencatat transaksi perdagangan sebesar Rp2,843 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penjualan produk Jatim ke Sumatera Utara Rp2,721 triliun.
Sementara pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jatim mencapai Rp121,592 miliar. Capaian tersebut menunjukkan terbukanya peluang perdagangan antardaerah bagi produk UMKM Jatim.
Keikutsertaan Bank UMKM Jatim dalam dua misi dagang tersebut memperlihatkan pengembangan UMKM tidak berhenti pada akses permodalan. Pembiayaan diarahkan untuk berjalan bersama pendampingan, jejaring usaha, dan pembukaan akses pasar.
Strategi tersebut diharapkan membantu produk unggulan Jatim berkembang dari pasar lokal menuju regional hingga internasional. Bank UMKM Jatim juga menempatkan diri sebagai mitra pertumbuhan UMKM melalui pembiayaan sekaligus perluasan peluang usaha. (mhe/ibn)












