Semarang, Jatimmandiri.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang banyak dilirik investor karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari infrastruktur, kemudahan perizinan, hingga biaya hidup yang kompetitif.
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Saribua Siahaan mengatakan potensi investasi di Jawa Tengah cukup menarik bagi investor dalam maupun luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Saribua saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (18/8). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian lapangan yang dilakukan Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jawa Tengah.
Menurut Saribua, dukungan pemerintah daerah, kondisi infrastruktur yang memadai, kemudahan perizinan, serta situasi wilayah yang kondusif menjadi sejumlah faktor yang membuat Jawa Tengah semakin menarik sebagai tujuan investasi.
“Jawa Tengah ini primadona, selain infrastruktur yang bagus, terus sistem pemerintahan daerah dan perizinan bagus, living cost-nya kompetitif sehingga menjadi daya tarik investor untuk memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi,” kata Saribua.
Ia mengatakan berbagai keunggulan tersebut juga memudahkan pemerintah dalam mempromosikan potensi investasi Jawa Tengah kepada calon investor. Berdasarkan pengalamannya, persoalan lahan dan perizinan menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor sebelum menentukan lokasi investasi.
Kemudahan tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Karakteristik Jawa Tengah juga dinilai cocok untuk pengembangan industri manufaktur dan sektor padat karya yang membutuhkan dukungan tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Pengalaman saya sendiri ketika menawarkan potensi investasi, investor yang memilih Jawa Tengah itu tidak hanya satu atau dua. Yang jelas, Jawa Tengah itu primadona yang dilirik banyak investor,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Pemprov Jateng terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat.
Pemerintah daerah juga terus mendorong kemudahan perizinan dan memberikan jaminan keamanan bagi calon investor. Upaya tersebut didukung melalui penguatan regulasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif memang menjadi tanggung jawab kita semua. Investasi ini penting untuk perkembangan wilayah, mereduksi angka kemiskinan dan pengangguran,” kata Luthfi.
Upaya tersebut turut terlihat dari peningkatan realisasi investasi di Jawa Tengah. Pada 2025, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai sekitar Rp110 triliun.
Sementara sepanjang semester I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai Rp59,94 triliun. Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun.
Realisasi investasi tersebut juga telah menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja hingga semester I 2026.












