Jakarta, Jatimmandiri.id – Persija Jakarta akan menjalani laga terakhir Super League 2025/2026 menghadapi Semen Padang di Jakarta International Stadium, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB.
Pertandingan penutup musim tersebut diharapkan menjadi momen penuh kebanggaan dan rasa syukur bagi Macan Kemayoran bersama para pendukungnya, bukan justru diwarnai aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Sepanjang musim ini, dukungan Jakmania menjadi salah satu kekuatan utama Persija. Atmosfer yang tercipta di setiap laga kandang dinilai mampu meningkatkan motivasi pemain sekaligus mempererat hubungan emosional antara tim dan suporter.
Karena itu, laga kontra Semen Padang diharapkan dapat menjadi perayaan kebersamaan yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, berharap seluruh pertandingan berjalan sesuai aturan serta situasi stadion tetap terkendali.
“Menurut saya, segala sesuatu yang tidak diperbolehkan tentu tidak baik. Namun, saya tidak punya kontrol terhadap hal tersebut,” ujar Mauricio.
Sementara itu, kiper muda Persija, Hafizh Rizkianur, juga mengajak Jakmania untuk tidak menyalakan flare maupun api selama pertandingan berlangsung.
Menurut penjaga gawang berusia 20 tahun tersebut, penggunaan flare dapat membahayakan penonton lain, terutama anak-anak yang hadir di stadion.
“Kalau dari saya pribadi, semoga tidak ada flare karena di stadion juga ada anak-anak dan itu bisa membahayakan mereka. Semoga kita merayakan kemenangan besok, semuanya tetap berjalan aman dan tertib,” ucap Hafizh.
Hafizh sendiri tengah dalam kepercayaan diri tinggi usai sukses membawa Persija U-20 meraih gelar juara EPA U-20 musim ini.
Persija berharap laga pamungkas di JIS tidak hanya menjadi penutup kompetisi, tetapi juga menunjukkan kedewasaan suporter dalam mendukung tim dengan cara yang positif dan aman.












