Jakarta, Jatimmandiri.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas akses layanan perbankan syariah dengan menghadirkan 71 Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI di berbagai pasar tradisional. Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat dan pelaku usaha memperoleh layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Lapak BSI telah beroperasi di sejumlah kota, antara lain Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Makassar. Kehadiran layanan tersebut diharapkan semakin mendekatkan perbankan syariah dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, khususnya di pusat-pusat perdagangan tradisional.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, peningkatan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari banyaknya titik layanan, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan tersebut.
“Inklusi keuangan bukan hanya tentang memperbanyak jumlah layanan, tetapi menghadirkan layanan di lokasi yang benar-benar dekat dengan masyarakat,” ujar Anton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/08).
Ia menambahkan bahwa ketika akses semakin dekat, maka masyarakat akan semakin mudah membuka rekening, melakukan transaksi digital, memperoleh pembiayaan usaha, hingga memanfaatkan berbagai solusi keuangan syariah untuk mengembangkan usahanya karena bisa langsung berkomunikasi dengan tim BSI di lapangan.
“Inilah komitmen BSI dalam memperluas inklusi keuangan syariah,” ujar Anton.
Ia menyampaikan kehadiran Lapak BSI merupakan bagian dari komitmen perseroan mempercepat inklusi keuangan syariah, khususnya bagi pedagang pasar, pelaku UMKM, dan masyarakat yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan.
Dengan mendekatkan layanan ke pusat-pusat perdagangan, perseroan ingin memastikan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan perbankan syariah secara mudah, cepat, dan nyaman.
Melalui Lapak BSI, masyarakat dapat mengakses beragam layanan seperti pembukaan rekening, QRIS BSI, pembiayaan KUR Syariah, layanan Bank Emas melalui BYOND by BSI, cicil emas, gadai emas dan konsultasi usaha agar masyarakat memperoleh solusi keuangan yang lebih lengkap tanpa harus meninggalkan aktivitas usahanya di pasar.
Menurut dia, keberadaan Lapak BSI juga mendorong semakin luasnya penggunaan layanan digital di pasar tradisional.
Hingga Juni 2026, jumlah merchant BSI QRIS telah mencapai 585 ribu merchant di seluruh Indonesia dan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan transaksi nontunai yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Digitalisasi tersebut tidak hanya memudahkan pedagang dan pembeli, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha dari pemasok hingga konsumen.
Perseroan menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, dan komunitas UMKM agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan syariah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menghadirkan layanan yang inklusif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta memperkuat peran perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan layanan lebih dekat ke pusat aktivitas masyarakat, perseroan menegaskan bahwa inklusi keuangan syariah bukan sekadar memperluas jaringan, melainkan memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan modern, aman, dan sesuai prinsip syariah.












