Edu-Life & Sport

Kemenbud Bangun Museum dari Aset Danantara

×

Kemenbud Bangun Museum dari Aset Danantara

Sebarkan artikel ini
Menteri Kebudayaan, Fadhli Zon.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mulai mengoptimalkan aset-aset milik Danantara yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan menjadi sejumlah museum tematik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus menyelamatkan bangunan bersejarah agar memiliki fungsi baru bagi masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, proyek tersebut akan mulai dikerjakan tahun ini. Sejumlah gedung yang selama ini terbengkalai akan disulap menjadi museum yang mengangkat sejarah dan perkembangan berbagai bidang kebudayaan Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kami akan menghadirkan sejumlah museum baru yang diinisiasi pemerintah, salah satunya museum film di Kota Tua dengan memanfaatkan aset gedung Danantara,” ujar Fadli Zon dalam bincang santai di Jakarta, Rabu (5/08) seperti dikutip dari Antara.

Selain museum film di kawasan Kota Tua Jakarta, pemerintah juga menyiapkan museum fotografi di Kota Lama Semarang, museum musik di bekas gedung Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung, serta museum arsitektur di Surabaya.

Menurut Fadli, aset milik Danantara yang akan dimanfaatkan merupakan bangunan yang telah lama mangkrak, bahkan sebagian berusia lebih dari 100 tahun dan telah berstatus sebagai cagar budaya. Revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelamatkan bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya.

“Pemanfaatan ini akan memberikan manfaat besar bagi pemajuan kebudayaan. Indonesia belum memiliki museum film yang merekam perjalanan perfilman nasional secara utuh, mulai dari era Hindia Belanda, film pertama Loetoeng Kasaroeng, hingga perkembangan film modern saat ini,” jelasnya.

Fadli menilai museum film akan menjadi ruang dokumentasi perjalanan industri perfilman Indonesia, mulai dari era film bisu, film hitam putih, hingga perkembangan industri perfilman nasional yang kini terus mengalami pertumbuhan.

Baca Juga  Persebaya Pertahankan Francisco Rivera hingga 2029, Jadi Pilar Utama Bajol Ijo

Hal serupa juga diharapkan hadir melalui museum musik yang akan mendokumentasikan sejarah, perkembangan, serta transformasi musik Indonesia. Kehadiran museum tersebut dinilai penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap karya musik nasional.

Di sisi lain, perkembangan industri film Indonesia juga menunjukkan tren positif. Saat ini, pangsa pasar (market share) film Indonesia telah mencapai sekitar 67 persen, menandakan dominasi film nasional di pasar domestik.

Dengan hadirnya museum-museum tematik tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya memperoleh ruang wisata budaya, tetapi juga sarana edukasi yang memperkenalkan perjalanan sejarah, perkembangan industri kreatif, dan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Jakarta, Jatimmandiri.id – Marshanda kembali membagikan sisi personalnya terkait perjalanan menjaga kesehatan mental. Artis dan penyanyi itu mengungkapkan bahwa sound…