Gresik, Jatimmandiri.id – Terputusnya jalur penyeberangan Gresik–Bawean akibat gelombang tinggi hingga 1,5 meter memunculkan kisah perjuangan yang menyentuh hati. Demi menyelamatkan sang ibu yang membutuhkan penanganan medis segera, seorang warga asal Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, rela mengeluarkan biaya hingga Rp110 juta untuk menyewa pesawat menuju daratan Jawa.
Keputusan besar itu diambil Ridwan setelah seluruh layanan kapal penyeberangan dari dan menuju Pulau Bawean dihentikan sementara karena cuaca buruk di perairan Laut Jawa. Sementara itu, kondisi ibunya, Minasuha (79), warga Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura, terus membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Tak ingin kehilangan waktu, keluarga akhirnya memilih jalur udara meski harus menguras tabungan dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Yang kami pikirkan hanya keselamatan ibu. Berapa pun biayanya akan kami usahakan, karena nyawa tidak bisa ditunda menunggu cuaca membaik,” ujar Ridwan.
Minasuha kemudian diberangkatkan menggunakan pesawat carter menuju rumah sakit di daratan Jawa. Langkah tersebut menjadi satu-satunya pilihan setelah seluruh akses transportasi laut lumpuh akibat cuaca ekstrem.
Ridwan mengaku keputusan menyewa pesawat bukan perkara mudah. Namun, kondisi kesehatan ibunya yang terus menurun membuat keluarga tidak memiliki banyak pilihan selain mencari jalur evakuasi tercepat.
“Kami berharap ke depan ada solusi transportasi medis darurat bagi warga kepulauan. Jangan sampai masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar ini ketika menghadapi situasi yang mengancam nyawa,” katanya.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kesiapan sistem rujukan kesehatan di wilayah kepulauan. Ketergantungan terhadap transportasi laut membuat masyarakat Bawean berada dalam posisi rentan ketika cuaca buruk melanda dan seluruh pelayaran dihentikan.
Selain memperkuat layanan kesehatan, pemerintah dinilai perlu menghadirkan skema transportasi darurat yang dapat diakses masyarakat dengan biaya terjangkau. Kehadiran fasilitas evakuasi medis yang memadai diharapkan mampu memastikan warga di daerah kepulauan tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat tanpa terkendala kondisi geografis maupun cuaca ekstrem.












