Intisari Berita:
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Dubes Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi untuk menjajaki kerja sama Sister Province.
Pertemuan bilateral ini membahas potensi investasi, perdagangan, perikanan, smart city, hingga penawaran beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Jatim ke perguruan tinggi Maroko.
Dubes Maroko turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Madura yang kini tengah dalam penanganan intensif Pemprov Jatim.
Surabaya, Jatimmandiri.com — Hubungan diplomasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kerajaan Maroko memasuki babak baru yang semakin erat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Pertemuan hangat tersebut berfokus pada pembahasan potensi kerja sama strategis, mulai dari perdagangan, investasi manufaktur, industri agro, perikanan, pengembangan smart city, pertukaran budaya, hingga penjajakan pembentukan sister province.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi vital sebagai gerbang utama ekonomi kawasan timur Indonesia sekaligus penyumbang perekonomian terbesar kedua nasional, sehingga sangat ideal dipadukan dengan potensi Kerajaan Maroko.
“Banyak hal produktif yang kami bahas, mulai dari perdagangan, manufaktur, agro, perikanan, pendidikan termasuk peluang beasiswa ke Maroko, hingga penjajakan sister province. Ke depan akan kami tindak lanjuti melalui komunikasi intensif agar melahirkan program konkret,” ujar Gubernur Khofifah.
Fondasi Sejarah dan Inspirasi Pendidikan Universitas Al-Qarawiyyin
Khofifah mengingatkan bahwa hubungan persahabatan Indonesia dan Maroko memiliki akar sejarah yang kuat sejak Konferensi Asia-Afrika hingga kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke Maroko pada tahun 1960.
Di sektor pendidikan, Khofifah mengapresiasi keunggulan Maroko yang memiliki Universitas Al-Qarawiyyin di Kota Fez—perguruan tinggi tertua di dunia. Yang didirikan oleh tokoh perempuan Fatimah Al-Fihri pada 859 Masehi. Hal ini menjadi dorongan besar bagi Pemprov Jatim untuk menjalin kemitraan beasiswa dan pertukaran pelajar.
“Fatimah Al-Fihri dan Maryam Al-Fihri merupakan inspirasi besar bagi akademisi. Mereka membuktikan perempuan sanggup menjadi penggerak peradaban ilmu pengetahuan lintas generasi. Kami menyambut baik tawaran beasiswa bagi mahasiswa Jatim ke Maroko,” tuturnya.
Dubes Maroko Sampaikan Belasungkawa KMP Mutiara Sentosa II
Di sela-sela pembahasan ekonomi dan pendidikan, Dubes Redouane Houssaini secara khusus menyampaikan simpati. Dan rasa duka cita yang mendalam kepada Pemprov Jatim atas musibah terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura.
Menanggapi belasungkawa tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang di berikan oleh Pemerintah Kerajaan Maroko.
“Terima kasih atas ungkapan belasungkawa dari Yang Mulia Dubes Maroko. Dari korban yang telah di evakuasi, satu jenazah teridentifikasi sebagai warga Tulungagung. Semoga almarhum husnul khatimah dan proses pencarian korban lainnya di beri kelancaran,” respon Khofifah.
Sementara itu, Dubes Redouane Houssaini menegaskan optimismenya bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sister province antara Jawa Timur dan Maroko akan segera terealisasi. Demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.












