Intisari Berita:
- Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung meriah dengan unjuk kreativitas seni generasi muda Jawa Timur.
- Kelompok Reyog Kyai Lodra binaan Disbudpar Jatim membawakan tari kolosal “Kedaulatan Pangan Jawa Timur” yang melibatkan 155 seniman.
- Kemeriahan diperkuat aksi 113 personel Marching Band SMAN 1 Kepanjen Malang serta kolaborasi 200 anggota paduan suara bersama Jawa Timur Youth Orchestra.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Suasana khidmat bercampur semarak menyelimuti halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya pada pelaksanaan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Momentum bersejarah tingkat Provinsi Jawa Timur ini tidak sekadar menjadi seremoni penghormatan kenegaraan, melainkan panggung unjuk kreasi seni tradisi, musik modern, dan prestasi generasi muda.
Rangkaian upacara tahun ini menjadi etalase keberagaman seni, budaya, serta potensi pendidikan Jawa Timur. Berbagai pertunjukan lintas disiplin hadir memikat ribuan pasang mata, mulai dari sajian tari tradisi kolosal, hentakan dinamis korps musik pelajar, hingga perpaduan vokal megah paduan suara bersama orkestra pemuda.
Aksi Spektakuler 155 Seniman Reyog Kyai Lodra Usung Isu Kedaulatan Pangan
Salah satu magnet utama dalam upacara penurunan bendera tersebut adalah penampilan Reyog Kyai Lodra, kelompok seni tradisi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Kelompok ini belum lama menorehkan prestasi gemilang sebagai peraih predikat Juara Umum sekaligus Penyaji Terbaik Pertama pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026.
Tampil dengan kekuatan penuh sebanyak 155 orang, Reyog Kyai Lodra membawakan pertunjukan tari kolosal bertajuk “Kedaulatan Pangan Jawa Timur.”
Sutradara Reyog Kyai Lodra, Dhimas Respati, menjelaskan bahwa karya yang disajikan di halaman Grahadi dirancang untuk menyuarakan pesan strategis melalui medium seni tradisi, koreografi kontemporer, dan tata musik yang dinamis.
“Pertunjukan ini membawa tema kedaulatan pangan Jawa Timur. Kami ingin menyampaikan pesan melalui seni bahwa pangan merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa,” ujar Dhimas.
Dhimas menambahkan, pengerahan 155 personel bertujuan menghadirkan sajian kolosal berdaya pikat visual tinggi tanpa mengikis pakem serta karakter asli kesenian Reyog Ponorogo. Raihan gelar juara di FNRP XXXI Tahun 2026 dijadikan motivasi kuat oleh tim kreatif untuk terus merevitalisasi seni tradisi agar tetap diminati masyarakat luas, terutama kalangan generasi muda.
Kekuatan artistik pertunjukan ini digarap oleh jajaran tim kreatif profesional:
- Sutradara: Dhimas Respati
- Koreografi: Dhimas Respati, Irfan Nur Mahmudi, dan Agus Setyawan
- Komposisi Musik: Suwandi Widianto, Karvian Vega Alfian, dan Yudhistira Sukma Nugraha
- Kurator Seni: Joko Susilo
Disiplin dan Prestasi 113 Personel Marching Band SMAN 1 Kepanjen Malang
Kemeriahan peringatan kemerdekaan semakin bergelora lewat penampilan atraktif Marching Band Bhahana Swara Sangkakala Bhawana dari SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang. Tim yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini menerjunkan 113 orang personel.
Sebagai unit marching band berprestasi dengan rekam jejak capaian di level nasional maupun internasional, Bhahana Swara Sangkakala Bhawana memperlihatkan perpaduan teknik musik tiup, perkusi, kedisiplinan baris-berbaris, dan kekompakan tim yang solid di hadapan para tamu undangan. Penampilan ini merefleksikan peran aktif pelajar dalam memaknai kemerdekaan melalui kerja keras dan kreativitas.
Harmonisasi 200 Suara Paduan Suara Lintas Kampus dan Jawa Timur Youth Orchestra
Nuansa musikal yang megah kian terasa saat kolaborasi paduan suara tampil bersama Jawa Timur Youth Orchestra yang diperkuat oleh 15 pemusik. Kolaborasi ini menyatukan 200 talenta vokal dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan ternama, antara lain:
- Perguruan Tinggi: Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Ciputra.
- Sekolah Menengah Atas: SMA Negeri 1 Manyar, gabungan SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Jombang, serta SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.
Perpaduan paduan suara dengan orkestra menciptakan suasana musikal yang memperkuat khidmat sekaligus semaraknya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian penampilan tersebut membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi Surabaya tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, melainkan ruang bagi pelestarian budaya, aktualisasi prestasi, dan penanaman semangat nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.












