Waspada Awan Panas dan Lava, Radius 13 Km Steril
Lumajang, Jatim Mandiri
Gunung Semeru di perbatasan Lumajang–Malang kembali erupsi lima kali pada Senin (3/8), melanjutkan rangkaian aktivitas vulkanik yang sudah berulang sejak akhir Juli. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan status Level III (Siaga) dan meminta warga mensterilkan radius 13 kilometer dari puncak.
Sejak 31 Juli hingga 3 Agustus, Semeru sudah beberapa kali erupsi dalam rentang hari yang berdekatan. Hal ini menandakan aktivitas vulkanik masih tinggi. Kemarin, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 00.18 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.
Erupsi kembali terjadi pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak. Selanjutnya, erupsi ketiga terjadi pukul 01.46 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter dan abu vulkanik mengarah ke utara.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu teramati mengarah ke barat daya.
Erupsi kelima terjadi pukul 07.56 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Abu berintensitas tebal bergerak ke arah tenggara, sedangkan aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik.
Liswanto menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan. Karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Liswanto.
Dia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. (ant/ibn)













