Jakarta, Jatimmandiri.id – Kecerdasan artifisial (AI) dinilai harus dikembangkan dengan orientasi pada kebutuhan manusia sekaligus memberi manfaat nyata bagi perekonomian. Teknologi tersebut berpotensi menjadi alat pengungkit produktivitas, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan inovasi teknologi tidak cukup hanya menghasilkan produk baru. Pengembang harus memastikan teknologi memberikan manfaat dan risikonya dapat dikendalikan.
“Menurut saya, kata kuncinya adalah bertanggung jawab. Bukan sekadar mendorong inovasi, kita percaya bahwa setiap inovasi harus dikembangkan secara bertanggung jawab,” ujar Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9).
Pernyataan itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam forum “Human Connection in a Digital World” di Jakarta, Selasa (29/9). Forum tersebut mempertemukan alumni perguruan tinggi Australia dan membahas peran sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital.
Menurut Meutya, lulusan dengan keahlian AI, ilmu data, dan keamanan siber memiliki peluang besar menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Hal ini membuka peluang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan teknologi yang melayani serta melindungi manusia, bukan justru menjadi gangguan bagi kemanusiaan,” katanya.
Bagi UMKM, pemanfaatan AI dapat diarahkan pada kebutuhan bisnis yang konkret, seperti membantu membuat materi pemasaran, menganalisis tren konsumen, menyusun strategi promosi, hingga mengembangkan ide produk. Pelaku usaha fashion juga dapat memanfaatkannya untuk mengeksplorasi desain, konsep kampanye digital, dan membaca perubahan selera pasar.
Namun, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan kemampuan manusia dalam menentukan strategi dan mengambil keputusan. AI menjadi alat bantu, sementara kreativitas, identitas produk, serta pemahaman terhadap konsumen tetap menjadi modal utama pelaku usaha.
Meutya juga melihat peluang kontribusi lulusan luar negeri pada sektor energi berkelanjutan, pendidikan, dan kesehatan. Penguatan hubungan perguruan tinggi dengan industri dinilai penting untuk menghasilkan talenta yang sesuai kebutuhan ekonomi.
Menurutnya, jejaring internasional tidak seharusnya berhenti pada hubungan alumni, tetapi dikembangkan menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan.
“Pada akhirnya, kita berharap alumni chapter tidak hanya menjadi wadah bagi kita untuk bertemu, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi pemikiran. Saya yakin kita semua ingin memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Meutya.
Pengembangan ekosistem digital yang bertanggung jawab pada akhirnya diharapkan mampu mempertemukan teknologi, talenta, dan kebutuhan dunia usaha. Bagi UMKM, titik akhirnya bukan sekadar menggunakan AI, tetapi meningkatkan produktivitas dan daya saing












