Gresik, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin agresif menarik minat investor dengan menawarkan lima proyek investasi strategis bernilai puluhan triliun rupiah. Langkah ini dilakukan melalui The 1st Gresik Business Forum sebagai upaya memperkuat posisi Gresik sebagai salah satu tujuan investasi utama di Jawa Timur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, kawasan industri, perbankan, hingga akademisi tersebut menjadi wadah untuk membangun kolaborasi sekaligus memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang memiliki iklim investasi kompetitif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik, Reza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang strategis untuk membuka peluang investasi baru.
“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” ujarnya.
Lima proyek yang ditawarkan mencakup pengembangan industri pengolahan logam tembaga berupa copper rod and wire serta copper tube dengan nilai investasi sekitar Rp17,19 triliun. Selain itu, terdapat proyek industri alat dan mesin pertanian senilai Rp784,83 miliar, industri hilirisasi timah Rp1,17 triliun, industri farmasi Rp707,95 miliar, dan unit pengolahan ikan bernilai tambah sekitar Rp514,75 miliar.
Menurut Reza, sejumlah proyek tersebut akan dikembangkan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik yang telah didukung pelabuhan laut dalam, infrastruktur modern, serta ekosistem industri yang terintegrasi sehingga dinilai memiliki daya saing tinggi bagi investor.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan investasi yang masuk tidak hanya diarahkan untuk membangun proyek-proyek industri, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, investasi didorong mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain memaparkan peluang investasi, forum yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata ruang, ketenagakerjaan, hingga kebijakan investasi daerah yang mendukung iklim usaha.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Gresik turut memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas kontribusinya terhadap realisasi investasi daerah. PT Freeport Indonesia tercatat sebagai kontributor investasi asing terbesar pada 2025 dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun. Sementara itu, PT Petrokimia Gresik menjadi penyumbang investasi dalam negeri terbesar dengan realisasi sekitar Rp1,7 triliun.
Penghargaan juga diberikan kepada PT Berkah Kawasan Sejahtera sebagai kontributor investasi terbesar di kawasan industri dengan realisasi sekitar Rp81,1 miliar, serta PT Gajah Putera Antariaga sebagai kontributor investasi terbesar pada sektor usaha skala menengah dengan nilai investasi sekitar Rp24,9 miliar.












