Jatim

Perkuat Benteng Perlindungan Anak, Pemkab Gresik Cetak Remaja Tangguh Lewat Pelatihan Konselor Teman Sebaya

×

Perkuat Benteng Perlindungan Anak, Pemkab Gresik Cetak Remaja Tangguh Lewat Pelatihan Konselor Teman Sebaya

Sebarkan artikel ini
Melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) yang berkolaborasi dengan Forum Puspa Pinatih, Pemkab menggelar Pelatihan Konselor Teman Sebaya.
Example 468x60

Gresik, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengambil langkah proaktif dalam melindungi dan memberdayakan generasi muda dari terpaan kompleksitas masalah sosial.

Melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) yang berkolaborasi dengan Forum Puspa Pinatih, Pemkab menggelar Pelatihan Konselor Teman Sebaya pada Jumat (31/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Agenda ini melibatkan puluhan remaja dari berbagai organisasi kepemudaan serta perwakilan sekolah di Kabupaten Gresik.

Bukan sekadar pelatihan biasa, program ini dirancang khusus untuk membekali para peserta dengan kemampuan active listening, empati, dan pendampingan awal psikologis bagi rekan sebayanya.

Kepala KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menegaskan pentingnya pergeseran sudut pandang dalam melihat peran anak dan remaja.

Menurutnya, mereka tak lagi sekadar menjadi objek dari kebijakan, melainkan subjek aktif yang turut menentukan terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif.

“Melalui pelatihan ini, anak-anak diajak untuk berani menyampaikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, serta mampu menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya,” ujar Titik.

Selain dibekali teknik komunikasi dan kepemimpinan, para peserta juga mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, pencegahan kekerasan terhadap anak, hingga dampak buruk pernikahan usia dini.

Ketua Pengurus Forum Puspa Pinatih Gresik, Riyadlotus Sholichah, menjelaskan bahwa peserta pelatihan merupakan perwakilan dari Forum Anak, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (GenRe), serta utusan sekolah di Gresik.

Ia menekankan bahwa muara dari pelatihan ini adalah membentuk karakter generasi muda sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).

Hadir dan memberikan arahan langsung, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengingatkan pentingnya kepekaan rasa dan cara pandang yang utuh bagi seorang konselor sebaya.

“Permasalahan remaja pada dasarnya bersumber dari tiga hal, yakni diri sendiri, lingkungan, dan keluarga. Sebagai konselor sebaya, jangan hanya melihat dari satu sudut pandang,” tegasnya.

Baca Juga  MPLS 2026 di SDN Wadungasri, Kepsek Muslikha Pesan Bangun Kemandirian dan Jaga Psikologis Anak

Wabup secara khusus juga menyoroti maraknya fenomena perceraian yang kerap berdampak pada ketahanan mental anak.

Dalam situasi ini, kehadiran konselor teman sebaya menjadi ruang aman yang preventif sekaligus memberikan dukungan emosional yang amat dibutuhkan.

Ia menuntaskan arahannya dengan motivasi penuh optimisme bagi seluruh peserta.

“Selalu asah ilmu dan jadilah teladan yang membanggakan bagi Kabupaten Gresik,” pesannya.

Langkah Pemkab Gresik ini berakar kuat pada amanat Pasal 28B ayat (2) UUD 1945, yang menjamin hak setiap anak untuk tumbuh, berkembang, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan.

Pelatihan Konselor Teman Sebaya ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial.

Pemkab Gresik meyakini bahwa dengan melahirkan generasi muda yang cerdas secara akademik, matang secara emosional, dan peduli secara sosial, pilar penopang menuju cita-cita Indonesia Emas.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *