Edu-Life & Sport

Khofifah Pastikan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan

×

Khofifah Pastikan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan

Sebarkan artikel ini
Khofifah saat mengunjungi anak-anak.
Example 468x60

Gresik,  Jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau aktivitas para siswa di sekolah berasrama itu, Sabtu (1/8/2026), sekaligus memastikan proses pembelajaran dan kehidupan di asrama berjalan dengan baik.

Didampingi Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Khofifah menyapa para siswa, mengajak mereka mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta berdialog langsung untuk mendengarkan pengalaman mereka selama tinggal di asrama.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Saat mengunjungi ruang makan asrama, Khofifah menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan yang ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Kenyamanan siswa tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari ruang belajar yang aman, ramah, serta bebas dari intimidasi.”

Pendekatan tersebut, menurut Khofifah, menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang menghargai setiap peserta didik, sehingga mereka dapat belajar, berinteraksi, dan berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan dari lingkungan sekitarnya.

“Jangan sampai ada perundungan (bullying). Apalagi ada siswa SD yang masih sangat rentan dan membutuhkan pendampingan. Agar terhindar dari perundungan. Paling tidak satu bulan sekali SRT 1 Gresik bisa mendatangkan psikolog untuk melakukan pendampingan dan dialog kepada siswa,” tegas Khofifah.

Fasilitas Asrama Spesial

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik yang telah mencapai sekitar 99 persen. Sekolah berasrama ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kelas, laboratorium, asrama ramah anak, sarana olahraga, hingga aula serbaguna untuk mendukung kegiatan belajar dan pengembangan karakter siswa.

Baca Juga  Senegal Hancurkan Irak 5-0, Peluang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Terbuka

Seiring rampungnya pembangunan, SRT 1 Gresik mulai menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Jumat (31/7/2026) sebagai tahap adaptasi peserta didik di lingkungan baru. Sekolah ini menampung 405 siswa, terdiri atas 270 siswa baru, 75 siswa pindahan dari SRMA 37 Gresik, serta 60 siswa titipan dari SRMA 25 Lamongan. Seluruh fasilitas dirancang dengan konsep ramah anak agar para siswa merasa aman, nyaman, dan betah menjalani kehidupan di asrama.

“Menurut saya, SRT 1 Gresik merupakan ruang belajar yang sangat spesial. Sangat convenient, baik dari sisi luas kawasan maupun fasilitas yang dimiliki. Semoga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi,” ujar Khofifah.

Kenyamanan tersebut juga dirasakan para siswa. Rafi, salah seorang siswa jenjang sekolah dasar, mengaku betah tinggal di asrama karena fasilitas yang tersedia sangat mendukung kegiatan belajar.

“Fasilitas sekolah sangat enak, apalagi tempat tidur di asrama yang nyaman membuat saya semakin bersemangat belajar. Dan tinggal bersama teman-teman baru,” tuturnya.

Keberadaan SRT 1 Gresik diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang tidak hanya menghadirkan fasilitas berkualitas, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi dalam lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan ramah anak.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *