Jatim

32 KK di Purwodadi Kesulitan Air Bersih

Penulis: AbdulEditor: Ayunda
×

32 KK di Purwodadi Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasuruan, Jatimmandiri.id –  Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) di Dusun Purwodadi, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut terjadi setelah air sumur warga yang berada di sekitar aliran sungai diduga mengalami perubahan warna, berbau, hingga menimbulkan rasa gatal saat digunakan. Warga menduga kondisi itu berkaitan dengan limbah yang mengalir ke sungai di sekitar permukiman.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pada Jumat (28/8/2026), bantuan satu tangki air bersih dari Karang Taruna setempat tiba di lokasi. Puluhan warga langsung membawa galon dan wadah air untuk mengantre mendapatkan pasokan air bersih.

Kedatangan bantuan tersebut disambut antusias warga. Sejumlah warga bahkan menginformasikan bantuan itu kepada tetangga lainnya karena sebagian sumur sudah tidak layak digunakan.

Tutik, salah satu warga Dusun Purwodadi, mengatakan air sumur di rumahnya sudah tidak jernih sehingga tidak dapat digunakan untuk memasak.

“Air sumur di tempat saya itu kotor mas, jadi dibuat memasak tidak bisa. Sehingga, saya beli air bersih kalau tidak meminta kepada tetangga,” kata Tutik kepada media usai mengambil air bersih dari tangki.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab perubahan kondisi air sumur. Namun, menurut Tutik, persoalan serupa juga dialami warga yang rumahnya berada dekat sungai.

“Kalau masalah air di rumah saya pastinya saya tidak tahu mas, apa karena limbah atau yang lain saya kurang paham. Tapi, sumur yang rumahnya dekat sungai sama semua (kotor dan bau), kalau yang jauh (dari sungai) itu tidak apa-apa,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RW Dusun Purwodadi, Subhan. Ia menyebut sekitar 32 KK terdampak persoalan air sumur yang diduga berkaitan dengan limbah.

Baca Juga  Dukung Eksistensi Media Baru, Ketua PWI Jatim Beri Pesan Konstruktif untuk Jatimmandiri.id

“Ada 32 KK yang air sumurnya itu terdampak limbah dari pabrik. Sehingga, air yang di dasar sumur kadang warna kuning, hitam hingga berwarna putih, jadi tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Subhan.

Menurut Subhan, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Warga yang tinggal di dekat sungai disebut telah mengalami kondisi serupa selama kurang lebih 10 tahun.

“Kurang lebih 10 tahunan mas sumur warga yang terdampak limbah itu. Jadi warga mulai dulu itu, di 32 KK air untuk kebutuhan sehari-hari beli semua mas. Air sumurnya itu dibuat mandi tidak bisa, kalau kena kulit itu gatal-gatal mas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Dusun Purwodadi, Budi, menduga perubahan kondisi air sumur berkaitan dengan aliran limbah yang masuk ke sungai di sekitar permukiman. Dugaan tersebut, kata dia, muncul setelah warga menelusuri aliran sungai dan menemukan saluran yang diduga berasal dari PT Etika Dairies Indonesia.

“Kalau dilihat dari sungai kami bersama warga sempat telusuri, itu dari PT Etika Dairies Indonesia, karena di saluran irigasi di atas ada pipa warna hitam yang mengeluarkan air warna hitam kadang putih. Di sungai juga ada bekas kayak mengerak (berlendir) gitu,” tuturnya.

Sebelumnya, warga Dusun Purwodadi juga berencana menggelar aksi penyampaian pendapat di depan PT Etika Dairies Indonesia, Dusun Gesing, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, pada 1 September 2026.

Rencana aksi tersebut berkaitan dengan keluhan warga mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang dinilai berdampak pada kualitas air sumur. Warga mengeluhkan air yang berubah warna, berbau, serta menimbulkan rasa gatal ketika terkena kulit.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi dari pihak PT Etika Dairies Indonesia terkait dugaan pencemaran tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…